Lombok Terancam Penyebaran Rabies, Disnakeswan NTB Waspada

TrubusNews
Astri Sofyanti
18 Feb 2019   15:30 WIB

Komentar
Lombok Terancam Penyebaran Rabies, Disnakeswan NTB Waspada

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbawa menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus rabies sejak 8 Februari 2019 lalu. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini tengah mewaspadai rabies yang mewabah di Pulau Sumbawa karena sudah mulai menjalar ke Pulau Lombok.

"Kondisi Pulau Lombok hingga saat ini masih berstatus bebas rabies, namun kami tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut," jelas Kepala Disnakeswan NTB, Hj Budi Septiani, di Mataram, Senin (18/2).

Diakuinya, peningkatan kewaspadaan dilakukan dalam bentuk pengawasan lalu lintas ternak yang keluar masuk melalui pelabuhan. Operasi gabungan sudah dilakukan di Pelabuhan Kayangan Kabupaten Lombok Timur, dan Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, beberapa waktu lalu.

Baca Lainnya : Sumbawa Tetapkan Status KLB Rabies

"Operasi gabungan dilakukan dalam rangka pengawasan lalu lintas hewan dan kontrol populasi di wilayah pelabuhan. Kegiatan tersebut juga dijadikan ajang sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang bahaya penyakit rabies," urainya.

Sebagaimana diketahui, Kota Mataram sebagai ibu kota Provinsi NTB juga tengah gencar melaksanakan kegiatan pencegahan penyakit rabies. Sosialisasi dan kontrol populasi menjadi opsi yang digunakan selain juga melaksanakan vaksinasi.

Sosialisasi dilaksanakan di kelurahan yang dinilai memiliki populasi hewan penular rabies, seperti Kelurahan Mataram Barat, Kelurahan Pagutan, Kelurahan Cakra Baru, dan Kelurahan Sapta Marga.

Untuk mengontrol populasi, diakui Budi, dilaksanakan di daerah lapangan Sangkareang, dan Kelurahan Sapta Marga.

"Dinas Pertanian Kota Mataram melalui bidang peternakan juga sudah melakukan observasi di beberapa tempat, seperti Kelurahan Kamasan, Mataram Barat, Karang Taliwang, Udayana, Ampenan, dan Cakranegara," ujarnya menerangkan.

Selain itu, pihaknya menyatakan peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan guna memberantas penyakit rabies. Peran serta masyarakat dalam bentuk menjadi pemilik hewan yang bertanggung jawab, yaitu dengan mengikat hewan kesayangannya serta selalu menjaga status kesehatan hewan tersebut.

Baca Lainnya : Kementan Atasi Penyakit Rabies di 35 Desa di Dompu

Terhadap kasus gigitan yang terjadi, ia berharap masyarakat secara aktif melaporkannya, baik itu ke fasilitas kesehatan maupun petugas kesehatan hewan terdekat.

"Hal itu berguna agar petugas dengan segera mengambil tindakan pencegahan," ucap Budi.

Berdasarkan data Disnakeswan NTB tercatat jumlah korban gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Dompu, sebanyak 685 orang dengan jumlah korban meninggal dunia enam orang.

Sementara di Kabupaten Sumbawa tercatat 19 orang menjadi korban gigitan anjing, di mana empat orang dinyatakan positif terinfeksi virus rabies. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: