Jokowi Dianggap Abaikan Lingkungan Hidup, Prabowo Akui Kepemilikan Ratusan Hektare Konsesi Lahan

TrubusNews
Binsar Marulitua
18 Feb 2019   07:07 WIB

Komentar
Jokowi Dianggap Abaikan Lingkungan Hidup, Prabowo Akui Kepemilikan Ratusan Hektare Konsesi Lahan

Capres Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Prabowo Subianto memiliki 220.000 hektare lahan di Kalimantan Timur dan 120.000 hektare di Aceh Tengah. Prabowo Subianto pun  tidak mengelak memiliki tanah ratusan ribu hektare seperti yang diutarakan Jokowi. 

Sebelumnya Jokowi menyindir Prabowo memiliki tanah ratusan hektar dalam Debat Capres jilid kedua. Hal tersebut dibeberkan sebagai sanggahan atas kebijakan yang dinilai menguntungkan pengusaha dan tidak berpihak pada rakyat kecil. 

"Rakyat Indonesia yang saya cintai. Pembagian yang saya sampaikan 2,6 juta hektare itu memang agar lahannya produktif. Kita tak berikan ke yang gede-gede. Saya tahu Pak Prabowo punya lahan luas di Kaltim. Sebesar 220 ribu hektar. Di Aceh Tengah 120 ribu hektar. Saya hanya ingin sampaikan bahwa pembagian seperti ini tak dilakukan di masa pemerintahan saya," ungkap Jokowi.

Baca Lainnya : Jawaban Kalem Jokowi saat Dituding Prabowo Subianto Tidak Membela Petani Indonesia 

Namun diakhir debat, Prabowo berkhilah bahwa tanah dan lahan yang selama ini dikuasai  tanah tersebut adalah tanah konsesi dan adalah milik negara. Kepemilikan tanah dan lahan tersebut dikuasai dalam skema perizinan Hak Guna Usaha (HGU) 

"Daripada asing yang kelola, mendingan saya yang kelola, karena saya orang Indonesia. Saya nasionalis dan patriot," tegas Prabowo Dalam pernyataan penutup pada Debat Capres jilid kedua, Minggu (17/2). 

Lingkungan hidup jadi salah satu poin dalam visi-misi calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno dalam kontestasi Pilpres 2019. 

Merujuk salinan visi dan misi yang diunggah di laman kpu.go.id, Prabowo-Sandi membagi misinya menjadi empat segmen. Hal-hal yang berkenaan dengan lingkungan hidup diurai dalam segmen ketiga: Pilar Budaya dan Lingkungan Hidup.

Baca Lainnya : Lokasi Bekas Tambang jadi Sorotan di Debat Capres Kedua, Masih Ada PR yang Tersisa

Ada empat poin rencana yang akan dilakukan dalam bagian itu. Pertama, Prabowo-Sandi ingin berperan aktif mengatasi perubahan iklim global. 

Kemudian, mereka juga ingin menerapkan hukuman seberat-beratnya bagi pemilik perusahaan yang terlibat penebangan liar. Perusahaan yang terlibat kebakaran hutan serta pembunuhan hewan yang dilindungi juga akan diberikan hukuman seberat mungkin.

Kemudian, Prabowo-Sandi ingin merevitalisasi upaya-upaya pelestarian lingkungan menggunakan kearifan lokal, terutama di wilayah yang mengalami degradasi lingkungan parah.

"Kita harus lebih galak lagi dalam mengejar pencemar lingkungan hidup," jelasnya.  

Sebagai informasi, Menurut Direktorat Planologi  Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) luas kebakaran hutan pada tahun 2016 sebesar 14.604,84 hektare, dan berkurang menjadi 11.127,49 hektare pada 2017. Catatan tersebut turun drastis pada tahun 2018 menjadi 4,666,39 hektare pada tahun 2018.

Baca Lainnya : Di Debat Capres, Prabowo Sebut Sepertiga Balita Indonesia Alami Stunting, Ini Faktanya

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mencatat tanggal 1 Januari hingga 14 Agustus 2018, terdapat 2.173 titik api, diantaranya tertinggi di Kalimantan Barat mencapai 779 dan Riau sebanyak 368 titik.

Dari data titik api yang Walhi 'overlay' dengan peta perizinan, ditemukan sebagian titik api berada di konsesi 230 di IUPHHK-HT, 85 di IUPHHK-HA, 122 di HGU. Selain di dalam konsesi, Walhi juga mencatat sebaran titik api berada di wilayah kesatuan hidrologi gambut (KHG), yang menjadi wilayah prioritas pemulihan restorasi gambut dan pencegahan dari kebakaran. [NN]


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: