Produksi Melimpah, Kabupaten Tuban Kini Kebanjiran Jagung

TrubusNews
Astri Sofyanti
15 Feb 2019   13:30 WIB

Komentar
Produksi Melimpah, Kabupaten Tuban Kini Kebanjiran Jagung

Mentan RI, Andi Amran Sulaiman menghadiri panen raya jagung di kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (15/2). (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Timur berkesempatan menyaksikan secara langsung panen jagung di sejumlah sentra produksi yang ada di Jawa Timur, Jumat (15/2).

Dalam kesempatan itu, ia mengunjungi sentra produksi jagung yang ada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Secara langsung Amran menyaksikan panen raya jagung di Desa Talun, Kecamatan Montong.

"Kabupaten Tuban saat ini banjir jagung. Luas panennya 50 ribu hektar. Total produksinya 400 sampai 500 ribu ton. Artinya ada 1,5 juta ton. Ini baru Tuban produksi di bulan Februari. Sekarang jagung sudah tersedia di petani, bahkan dalam waktu dekat, kita ekspor jagung," kata Amran melalui siaran pers yang diterima Trubus.id di Jakarta, Jumat (15/2).

Baca Lainnya : Petani Wonogiri Berhasil Panen Jagung 37.026 Hektare di Lahan Berbatu

Pada kesempatan yang sama Amran membeberkan, pada tahun 2018, Indonesia mengekspor jagung 380 ribu ton. Di tahun ini ekspor ditargetkan lebih tinggi lagi yakni 500 ribu ton yang diproduksi dari daerah sentra seperti Gorontalo, Jawa Timur, NTB dan Sulsel.

"Untuk harga jagung saat ini bervariasi, tergantung wilayah, beberapa daerah di harga Rp3.500 per kilogram. Kami sudah dapat laporan, Sumatera sudah panen, Sulawesi, Jawa Timur dan Jawa Tengah juga sudah panen," terangnya.

Selain menyaksikan panen raya jagung, Menteri Amran juga akan membuat kesepakatan bersama antara Kementerian Pertanian (Kementan)-Pemerintah Daerah Tuban-Bulog-peternak-petani yang bertujuan untuk stabilisasi pasokan dan harga jagung di tingkat petani dan peternak sehingga rantai distribusi terpotong menjadi efisien. 

Selain itu, dirinya juga akan menyaksikan transaksi jual beli jagung petani yang dibeli oleh Bulog secara tunai sebanyak 100 ton.

Baca Lainnya : Empat Solusi Permanen Kementan Agar Produksi Jagung Nasional Terpenuhi

"Kesepakatan ini, kami ingin sinergikan peternak dengan petani jagung. Yang di tengahnya ada Bulog. Pemerintah hadir, sehingga dua-duanya untung. Petani untung, peternak tersenyum, juga pengusahanya untung," tambah Amran.

Turut hadir dalam panen raya, Bupati Tuban, Fathul Huda. Ia mengatakan, program dan bantuan Kementan telah memberikan dampak besar terhadap kemajuan budidaya jagung di Tuban yakni sebagai penghasil jagung nomor satu di Provinsi Jawa Timur. Realisasi luas tanam jagung 2018 di Tuban mencapai 113.290 ha dari target hanya 109 ha, sehingga produksi jagung di Tuban saat ini sangat melimpah.

"Ini adalah keberhasilan luar biasa, berkat kunjungan Bapak Menteri Pertanian ke Tuban selama empat tahun berturut-turut dan perhatian dari Bapak Presiden Jokowi. Kita wajin bersyukur. Kita wajib pertahankan Tuban, sebagai nomor satu penghasil jagung," tutur Fathul. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jokowi Perintahkan Perkuat Ekonomi Desa di Tengah Pandemi

Peristiwa   25 Sep 2020 - 09:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: