Kosongkan Gudang, Bulog Berencana Ekspor Beras Serapan Petani ke Malaysia

TrubusNews
Astri Sofyanti
15 Feb 2019   12:30 WIB

Komentar
Kosongkan Gudang, Bulog Berencana Ekspor Beras Serapan Petani ke Malaysia

Stok beras Perum Bulog. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Direktur Operasional dan Pelayanan Publik (OPP) Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh mengatakan, Bulog berencana melakukan ekspor beras ke sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina.

Menurutnya, langkah ekspor dilakukan agar gudang milik Perum Bulog bisa kembali kosong, sehingga ke depannya bisa menyerap hasil panen dari petani dalam negeri.

Diakui Wahyudi, saat ini stok beras di gudang Bulog terlampau berlebihan karena penyerapan dalam negeri yang cukup tinggi tidak sebanding dengan kapasitas gudang.

Baca Lainnya : Produksi Beras Nasional Diproyeksikan 14,29 Juta Ton Hingga Maret 2019

Seperti diketahui, Bulog ditugaskan oleh Kementerian Pertanian untuk menyerap setidaknya 10 persen atau setara dengan 1,4 juta ton beras di awal 2019. Hal tersebut setelah munculnya klaim data bahwa potensi produksi beras per Januari hingga Maret mencapai 14,2 juta ton.

Adapun masing-masing rinciannya sebesar 2,4 juta ton pada Januari, kemudian 4,5 juta ton Februari. Sementara pada Maret 2019 potensi produksinya mencapai 7,3 juta ton.

"Makanya Pak Buwas sedang sibuk mencari pasar di luar negeri untuk ekspor. Apakah bisa diterima dari sana atau tidak nanti kita lihat kualitasnya," demikian disampaikan Wahyudi melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (15/2).

Dirinya membeberkan, saat ini stok yang ada di gudang milik Bulog sebanyak 1,9 juta ton. Berdasarkan data potensi produksi beras per Januari hingga Maret mencapai 14,2 juta ton. Sedangkan kapasitas milik Bulog hanya sekitar 4 juta ton dengan kapasitas yang bisa dipakai yakni 3,6, juta ton.

Baca Lainnya : CIPS: Beras Busuk di Gudang Bulog Karena Buruknya Mekanisme Distribusi

"Kan stok kita saat ini 1,9 juta ton," ucap Wahyudi.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengatakan, rencana ekspor tersebut dilakukan agar pihaknya tidak kesulitan untuk melakukan pengadaan dalam negeri. Sebab, bila gudang penuh maka pihaknya tidak bisa lagi menyerap gabah petani.

“Sudah ada beberapa negara yang berminat membeli beras Bulog. Namun dirinya belum menyebutkan secara rinci negara mana saja, namun dirinya memastikan ada tiga negara yang semuanya berasal dari Asia Tenggara,” ujar Buwas beberapa waktu lalu. [RN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: