Bayi 6-9 Bulan Rawan Terserang DBD, Waspadai Gejala-gejala Berikut Ini

TrubusNews
Astri Sofyanti
13 Feb 2019   21:00 WIB

Komentar
Bayi 6-9 Bulan Rawan Terserang DBD, Waspadai Gejala-gejala Berikut Ini

Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Trubus.id -- Demam Berdarah Dengue (DBD) paling rentan menyerang anak-anak. Karena musim hujan diperkirakan masih akan terjadi, sudah selayaknya para orangtua memahami sejumlah gejala virus dengue pada anak.

Sebagaimana diketahui, nyamuk Aedes aegyti merupakan hewan yang menularkan virus dengue kepada manusia. Sejumlah ciri-ciri bisa dilihat jika seorang bayi terinfeksi virus dengue yang dibawa nyamuk ini.

Ketua Divisi Infeksi dan Pediatri Tropik Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Mulya Rahma Karyanti, SpA(K), MSc memberikan tips ciri utama bayi terinfeksi virus dengue antara lain, demam tinggi dan sudah minum.

Baca Lainnya : Cegah DBD, Menkes Minta Sekolah Kuras Bak Mandi Jelang Akhir Pekan

Lebih lanjut Karyanti mengungkapkan, bayi berusia enam hingga sembilan bulan sangat rawan tertular penyakit demam berdarah. Menurutnya ciri awal bayi yang terinfeksi virus dengue antara lain demam, muncul bintik merah pada tangan dan kaki, sulit minum, dan jarang buang air.

Dia mengingatkan para orangtua agar lebih waspada apabila di lingkungan sekitarnya ada orang yang terserang demam berdarah dengue (DBD).

"Bayi termasuk kelompok risiko ringgi jika terkena DBD berat kalau tidak tertolong dari awal," ujarnya di Jakarta, Rabu (13/2).

Diakui Karyanti, anak yang terjangkit DBD akan cenderung sulit minum,

“Anak enggak mau minum. Walaupun tidak muntah tapi jika tidak masuk cairan sama sekali, sebaiknya ke fasilitas kesehatan terdekat.  Semakin tidak minum, dia akan dehidrasi, perhatikan buang air kecilnya, kalau pakai popok selama 12 jam masih kering itu harus jadi perhatian," jelasnya lagi.

Dirinya juga mengingatkan para orangtua agar waspada bila anak demam selama tiga hari, lalu pada hari ketiga suhu tubuhnya turun dan tidak demam lagi serta aktivitasnya menurun atau tidak ceria lagi.

Baca Lainnya : Stop DBD, Yuk Kenali Gejala Demam Berdarah Dengue

"Jika pada hari ketiga demam anak turun tapi tidur terus, itu hati hati," tambahnya.

Untuk itu, pentingnya ditekankan agar para orangtua mengetahui sejak dini gejala awal DBD pada anak untuk mencegah keterlambatan dalam penanganan.

“Rata-rata kematian dalam kasus demam berdarah terjadi karena keterlambatan penanganan,” pungkasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: