Aktivitas Gunung Merapi Terus Meningkat, Jalur Evakuasi Masih Rusak Berat

TrubusNews
Astri Sofyanti
13 Feb 2019   19:00 WIB

Komentar
Aktivitas Gunung Merapi Terus Meningkat, Jalur Evakuasi Masih Rusak Berat

Kondisi jalur evakuasi Gunung Merapi rusak parah. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Aktivitas vulkanik Gunung Merapi beberapa hari terakhir jadi sorotan. Hal ini karena aktivitas merapi kembali meningkat. Berbagai pihak mulai meningkatkan kewaspadaan. 

Namun demikian, langkah-langkah mitigasi jika erupsi terjadi rupanya masih belum dilakukan. Buktinya, jalur evakuasi Merapi di Kabupaten Magelang, Klaten, dan Boyolali saat ini kondisinya masih rusak parah.

Kerusakan jalur sendiri terjadi akibat intensitas hujan tinggi akhir-akhir ini. Selain itu, jalan rusak juga diakibatkan dari aktivitas penambangan yang over dimensi and over load (ODOL).

Baca Lainnya : Masyarakat Diminta Kosongkan Radius 3 Kilometer dari Puncak Gunung Merapi

Berdasarkan laporan di lapangan, jika tak segera diperbaiki maka akan mengganggu dan membahayakan warga yang hendak mengungsi saat Gunung Merapi erupsi.

"Perbaikan akan segera dilakukan. Nanti yang mengerjakan daerah setelah bantuan keuangan sudah cair," terang Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, usai menghadiri Rapat Koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Jateng, Rabu (13/2).

Selain masalah jalan rusak, pemerintah juga memberikan edukasi kepada masyarakat di lereng Merapi dan memanfaatkan radio komunitas untuk membantu memberikan sosialisasi dan edukasi soal mitigasi kebencanaan.

Merespon hal tersebut, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menambahkan, aktivitas Merapi saat ini setelah erupsi besar pada 2010, sifatnya kembali ke karakter aslinya.

Baca Lainnya : Tiga Jalur Evakuasi Disiapkan Guna Mengantisipasi Erupsi Gunung Merapi 

"Saat ini yang terjadi erupsi kecil-kecil. Yang harus diwaspadai justru awan panas," ujarnya.

Sementara itu, Gayatri Indah Marliyani dari Fakultas Teknik Geologi UGM mengatakan, soal Merapi, masyarakat juga perlu diajak membaca serta memahami potensi kegempaan serta mitigasi.

"Apapun bencananya, dampak paling besar adalah masalah ekonomi," ungkap Gayatri. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: