Bulog Diminta Jaga Stabilitas Harga Pangan dan Ketersediaannya

TrubusNews
Astri Sofyanti
13 Feb 2019   12:32 WIB

Komentar
Bulog Diminta Jaga Stabilitas Harga Pangan dan Ketersediaannya

Ilustrasi (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Seorang anggota Komisi VI DPR RI, Hamdhani meminta Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk secara optimal melakukan stabilisasi dan ketersediaan harga pangan di tanah air. Seperti yang diketahui, saat ini Perum Bulog tak hanya mengurus soal perberasan saja, tapi juga mencakup pangan lainnya.

“Bulog sebagai mitra kerja, kami selalu mengawasi kinerja Bulog dan mendorong agar mereka mampu memenuhi harapan masyarakat dalam hal pangan," terang Hamdhani di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (13/2).

Baca Lainnya : Penuhi Cadangan Beras Nasional, Kementan Perintahkan Bulog Serap Gabah Petani di Jawa Tengah

Dirinya juga mengapresiasi upaya yang dilakukan Bulog dalam menjaga kestabilan harga daging. Diakuinya, saat ini permintaan daging beku terus meningkat karena masyarakat sudah banyak mengetahui bahwa kualitas daging beku bagus dan harganya jauh lebih murah.

"Itu untuk menjaga agar harga daging tetap stabil. Bulog menjual daging beku dengan harga hanya Rp80.000, sedangkan harga di pasar jauh lebih mahal, yaitu Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram," lanjut Hamdhani.

Dalam hal ketersediaan beras, diakui Hamdhani, Bulog diingatkan untuk selalu memantau stok dan harga beras di pasaran. Dengan begitu, Bulog dapat memperkirakan jumlah beras yang harus ada di gudang mereka sebagai cadangan. 

Baca Lainnya : Cek Kondisi Perberasan, Jokowi Kumpulkan Pengusaha Beras ke Istana

Bulog juga diminta menyerap secara optimal gabah hasil panen petani lokal agar harga tidak sampai dipermainkan tengkulak. Saat ini di Kotawaringin Timur terdapat sentra beras yaitu di kawasan Selatan yang meliputi Kecamatan Teluk Sampit dan Mentaya Hilir Selatan, khususnya di Desa Lempuyang.

Tapi yang sering kali terjadi memang terkadang harga gabah di pasaran jauh lebih tinggi dibanding harga pembelian yang ditetapkan pemerintah sehingga petani lebih memilih menjual ke pasar karena lebih menguntungkan dibanding menjual kepada Bulog. 

Untuk itu, dirinya juga memantau realisasi penyaluran rastra atau beras untuk keluarga sejahtera. Hamdhani juga mengingatkan agar Bulog menyalurkan rastra sesuai aturan dan tidak melakukan pungutan kepada masyarakat. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: