6.000 Ton Beras Busuk Temuan TNI AD Tak Layak untuk Pakan Ternak

TrubusNews
Astri Sofyanti
13 Feb 2019   11:30 WIB

Komentar
6.000 Ton Beras Busuk Temuan TNI AD Tak Layak untuk Pakan Ternak

Ternak ayam, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Belum lama ini tim Sergab TNI Angkatan Darat menemukan sebanyak 6.000 ton beras tidak layak konsumsi dan busuk di gudang Bulog Sub Divre wilayah Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Ribuan ton beras tersebut diduga merupakan beras pengadaan tahun 2015 dan sebagian besar ditemukan dalam keadaan tidak layak dan berkutu.

Menanggapi adanya kabar yang menyebut bahwa beras busuk dan tidak layak konsumsi yang ditemukan di Ogan Komering Ulu Timur akan dialihkan untuk pakan ternak membuat Ketua Presidium Peternak Layer Nasional Ki Musbar Mesdi geram. Pasalnya beras busuk juga tidak layak diberikan untuk ternak ayam atau unggas lainnya.

"Kami tidak mengenal beras busuk dipakai pada ayam. Yang kami kenal adalah bekatul dan menir," tegas Ki Musbar dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu (12/2).

Dirinya menegaskan, beras bukan merupakan bagian utama dari komponen pakan ternak unggas, apalagi komposisinya hanya sekitar 3-5 persen dari pakan yang ada.

Diakui Ki Musbar, bekatul dan menir mengandung lebih banyak energi, sedangkan beras, terutama yang tidak layak konsumsi, tidak bermanfaat bagi ternak.

"Beras rusak itu tidak ada artinya bagi ayam. Vitamin sama karbohidrat sudah rusak. Untuk ternak unggas, tidak direkomendasikan kalau beras busuk," lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memastikan tidak ada peternak yang mau menerima beras busuk tersebut untuk diberikan sebagai pakan ternak. Hal ini menurutnya sangat berisiko tinggi.

Oleh karena itu, Ki Musbar mempertanyakan wacana pemberian beras busuk sebanyak 6.000 ton yang ditemukan di salah satu gudang Bulog sebagai bahan makanan ternak.

"Misalnya mau dijual dengan harga rugi kepada peternak, tapi sekarang, peternak mana yang mau menggunakan beras busuk, tidak ada yang berani," pungkasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bambang Ismawan Ungkap Tantangan Mendirikan Majalah Trubus

Peristiwa   06 Des 2019 - 15:13 WIB
Bagikan: