Perkebunan Buah Naga Seluas 50 Hektare di Baros, Beroperasi Tanpa Izin Pemda Banten

TrubusNews
Yandi | Followers 2
12 Feb 2019   22:30

Komentar
Perkebunan Buah Naga Seluas 50 Hektare di Baros, Beroperasi Tanpa Izin Pemda Banten

Kebun buah naga seluas 50 hektare di Baros yang beroperasi tanpa izin. (Foto : Warta Bhayangkara)

Trubus.id -- PT Agro Fruit Mandiri, pengelola kebun buah naga seluas 50 hektare, yang telah beroperasi sejak tahun 2009, belum memiliki ijin lengkap. Selama itu pula, perkebunan yang berada di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, tidak memberikan masukan ke pemerintah daerah.

"Kita dari pertanian, kalau tidak salah dulu ada kesepakatan, bahwa dia masih bisa berproduksi tapi tidak boleh menjual. Jadi disimpan di gudang mereka, sampai perijinan clear," kata Jaldi Dulhana, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan holtikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Serang, melalui sambungan selulernya, Senin (11/02) kemarin.

Perkebunan buah naga yang dikelola oleh PT Agro Fruit Mandiri itu, menyewa lahan bengkok atau lahan milik pemerintah desa, yang berada di Desa Tejamari, Panyirapan, Sukacai, Baros, Tamansari, Sukamenak, dan Desa Sukaindah.

Perkebunan buah naga itu tercatat sebagai Penanaman Modal Asing (PMA), di bawah pimpinan Andre Tan yang alamat kantornya berada di Taman Harapan Indah, Jakarta Barat, bahkan beberapa kali telah ditutup oleh Satpol PP Kabupaten Serang, karena belum lengkapnya perijinan.

Beberapa perijinan yang belum dimiliki oleh perkebunan buah naga dengan hasil produksinya sebanyak 1.200 ton pertahun, berdasarkan Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLU) yang disahkan pada 19 September 2018 yakni, surat keterangan domisili usaha, pengesahan site plan, IMB dan izin penyimpanan sementara limbah B3.

"Penyuluh kami masuk juga tidak bisa, alasannya kita tidak tahu, tapi yang jelas enggak bisa masuk," terangnya.

Jaldi menceritakan kalau masyarakat mengeluhkan aliran air dari atas perkebunan yang kerap kali membanjiri rumah dan pertanian warga, karena tidak ada irigasi pengatur air jika hujan datang.

Distan Kabupaten Serang pun kesulitan meneliti dampak pertanian buah naga di Kecamatan Baros ke pertanian warga, karena dilarang masuk ke lokasi perkebunan oleh pengelolanya.

"Harusnya kan semua tanaman yang ditanam di Kabupaten Serang, kita bertanggung jawab, artinya memberikan dampak ke sekitarnya, membawa virus ke pertanian sekitarnya kan kita juga harus mengontrol," jelasnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: