BPBD Bojonegoro Bantah Longsor di Wilayahnya Terjadi Karena Adanya Sesar Aktif

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
12 Feb 2019   16:43

Komentar
BPBD Bojonegoro Bantah Longsor di Wilayahnya Terjadi Karena Adanya Sesar Aktif

Ilustrasi (Foto : Pixabay)

Trubus.id -- Hujan deras yang mengguyur Bojonegoro selama beberapa jam menyebabkan sebagian jalan dan tebing di lokasi tersebut mengalami longsor. Kepala Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Nadif Ulfia mengatakan, longsor juga mengancam permukiman warga setempat.

Nadif juga memastikan, longsor yang terjadi murni akibat curah hujan yang tinggi, bukan karena adanya sesar aktif. “Kami telah memastikan bahwa longsor terjadi akibat hujan deras bukan adanya sesar aktif,” terang Nadif di Bojonegoro, Selasa (12/2).

Lebih lanjut pihaknya mengatakan, BPBD sudah melakukan survei tanah longsor sepanjang 26,6 meter selebar 7 meter dengan tinggi 3,5 meter di Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem.

Baca Lainnya : Hujan Deras Sebabkan 93 Rumah Terdampak Pergerakan Tanah

Dari kejadian longsor di wilayah setempat tembok penahan tanah/tebing, taman di kecamatan setempat ambrol serta sebagian jembatan rusak. Sementara itu, di Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, juga terjadi tanah longsor sepanjang 33,9 meter, selebar 3,7 meter setinggi 2 meter.

"Di wilayah itu kalau curah hujan tinggi berpotensi terjadi tanah longsor lanjutan yang mengancam jalan poros kecamatan juga sejumlah pemukiman warga," tambahnya.

BPBD Bojonegoro juga melaporkan, tanah longsor sepanjang 9,5 meter dengan lebar 8,9 meter setinggi 2,6 meter juga terjadi di Desa Ngambon, Kecamatan Ngambon.

Diakuinya, longsor tersebut mengakibatkan tembok penahan tanah rusak, saluran air hingga satu unit gapura juga rusak. Jalan poros kecamatan juga terancam tergerus longsoran. Mengenai penanganan longsor di tiga lokasi itu, dikatakan Nadif, dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang.

Baca Lainnya : Cegah Bencana Terulang, Presiden Ingatkan Pentingnya Peraturan Tata Ruang

"Sekarang masih dalam proses untuk ditangani," lanjutnya.

Selain itu, BPBD juga menerima laporan longsor tebing Sungai Gandong, di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tambakrejo, sepanjang puluhan meter yang mengancam pemukiman kawasan Ponpes Asror Robbany.

Penanganan longsor tebing Sungai Gandong, lanjut dia, akan dilakukan secara darurat, sebab kalau terjadi longsor susulan bisa mengancam bangunan di ponpes setempat.

"Kami juga mengimbau masyarakat waspada, sebab selama musim hujan rawan terjadi tanah longsor," pungkasnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: