Terdampak Pergerakan Tanah, 104 Rumah Warga di Lebak Rusak

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
12 Feb 2019   17:30

Komentar
Terdampak Pergerakan Tanah, 104 Rumah Warga di Lebak Rusak

Pergerakan tanah mengakibatkan ratusan rumah di Lebak, Banten rusak parah. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pergerakan tanah akibat tingginya intensitas hujan terjadi di Kabupaten Lebak, Banten tepatnya di Kampung Jampang Cikuning dan Kampung Jampang Neglasari Desa Sudamanik. Akibat kejadian ini, 104 rumah warga terdampak. 

Ukat, salah seorang pemilik rumah yang terdampak pergerakan tanah mengatakan, pergerakan tanah mengakibatkan sejumlah bangunan rusak. Bangunan rumah warga yang rusak mulai dari kategori sedang dan berat. Bahkan diakui Ukat, ada empat rumah warga yang sebagian ruangan rumahnya ambruk akibat tak dapat menahan pergerakan tanah.

Baca Lainnya : Hujan Deras Sebabkan 93 Rumah Terdampak Pergerakan Tanah

"Bukan khawatir lagi, gak bisa tidur. Kalau malam pintu gak ada di kunci semua," jelas Ukat saat ditemui wartawan di Lebak, Banten, Selasa (12/2).

Diakui Ukat, saat hujan turun, seluruh warga melarikan diri ke luar rumah. Hal ini lantaran para warga khawatir rumah ambruk akibat longsor. Ukat mengatakan bahwa pergerakan tanah terjadi setiap turun hujan.

"Setiap hujan pasti mulai retak-retak tanah," ujarnya kembali.

Merespon hal tersebut, Sekretaris Desa Sudamanik, Supriyadi mengatakan, kondisi ini terjadi semenjak 25 Januari 2019 lalu dan awal musim penghujan di bulan Desember 2018 lalu.

Dirinya berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Lebak segera melakukan penelitian terhadap tanah di Kampung Jampang tersebut. Terlebih agar ada keputusan dan tidak menimbulkan kekhawatiran berkelanjutan.

Baca Lainnya : Ini Dia Wilayah-wilayah Rawan Pergerakan Tanah Menurut BNPB

"Kami khawatir tanah di kampung kami masih labil, sehingga bencana alam pergerakan tanah terjadi lagi. Makanya untuk segera melakukan penelitian," kata Supriyadi.

Meski begitu, dirinya menambahkan, untuk saat ini belum ada rencana untuk melakukan relokasi terhadap 368 jiwa di dua kampung tersebut.

"Tapi yang kami persiapkan evakuasi takut ada kejadian buruk pas hujan. Kita masih menunggu rekomendasi," pungkasnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: