Kerugian Akibat Bencana di Karangasem Capai Rp4 Miliar

TrubusNews
Astri Sofyanti
12 Feb 2019   11:15 WIB

Komentar
Kerugian Akibat Bencana di Karangasem Capai Rp4 Miliar

Bencana di Karangasem (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem mencatat kerugian materiil akibat bencana alam yang melanda Kabupaten Karangasem, Bali sejak awal Januari 2019 sampai sekarang mencapai lebih dari Rp4 miliar.

Sebagai informasi, bencana alam yang melanda Karangasem sejak 1 Januari 2019 sampai saat ini mengakibatkan dua korban meninggal dunia. Korban berasal dari Banjar Dinas Jatituhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, yang meninggal akibat tertimbun longsor.

Kepala Pelaksana (kalak) BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa melaporkan, kerugian tersebut meliputi kerusakaan permukaan jalan, jembatan, hingga jukung nelayan di Karangasem.

Diakui Arimbawa, berbagai fasilitas pemerintah dan rumah warga yang rusak akibat bencana alam tersebar di delapan Kecamatan. Kerusakan terbanyak berada di Kecamatan Manggis dan Abang.

"Kerugian semuanya diperkirakan sekitar 4 milliar. Untuk data kerusakan masih dicocokkan, dan dihitung ulang," kata Arimbawa di Karangasem, Bali, Selasa (12/2).

Berdasarkan data yang dihimpun dari petugas di lapangan, kerusakan rumah dan warung di Karangasem mencapai sekitar 15 sampai 25 unit akibat tertimpa pohon perindang, tergerus aliran sungai dan diguyur hujan, serta dihantam material longsoran.

Kemudian, jumlah jukung nelayan yang rusak mencapai sekitar 68 unit. Tersebar di Desa Seraya Desa Tumbu, Desa Bunutan, Purwakerti, Tianyar, Tulamben, dan Tianyar Barat.

Jembatan yang rusak alias putus sebanyak tiga unit, yakni jembatan yang menghubungkan Desa Subagan menuju Desa Asak, jembatan di Desa Nyuh Tebel, Kecamatan Manggis, dan Jembatan di Desa Batudawa, Kecamatan Kubu.

"Kerusakannya bervariasi. Ada rusak ringan, sedang, dan rusak berat. Untuk jembatan kerusakannya memang berat, karena jalanan putus. Besok (hari ini) rencana kita akan rapatkan kembali dengan Dinas PUPR Krangasem,"tambah Arimbawa.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengusulkan bantuan pascabencana ke Pemerintah Provinsi Bali untuk kerusakan rumah dan warung, serta jukung nelayan yang mengalami kerusakan.

Dirinya berharap dana bantuan tersebut bisa dicairkan oleh pemerintah untuk membantu warga yang terdampak.

"Untuk kerusakan fasilitas pemerintah dan jalanan bisa pakai dana pemeliharaan masing - masing OPD. Untuk jembatan putus rencananya hari ini dirapatkan, tapi diundur besok," ujar Arimbawa menambahkan.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan:          

Italia Umumkan Kasus Kematian Kedua Akibat Covid19

Peristiwa   22 Feb 2020 - 18:36 WIB
Bagikan: