Terus Tergerus, Lahan Pertanian Madiun Tersisa 901 Hektare pada Tahun 2018

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
12 Feb 2019   09:37

Komentar
Terus Tergerus, Lahan Pertanian Madiun Tersisa 901 Hektare pada Tahun 2018

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Alih fungsi lahan yang digunakan untuk bangunan perumahan dan pertokoan menjadi penyebab lahan pertanian di Kota Madiun, Jawa Timur, terus berkurang. Luasan lahan yang tergerus menjadi non-pertanian, rata-rata berkurang sebanyak 2 persen per tahun.

"Lahan pertanian di Kota Madiun mengalami penurunan seiring dengan penambahan permukiman warga dan alih fungsi lahan non-pertanian," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun, Muntoro Danardono di Madiun, Senin (11/2).

Baca Lainnya : Ternyata Inilah Pemicu Menyusutnya Lahan Pertanian di Indonesia

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun mencatat, luas lahan produktif di Kota Madiun pada tahun 2016 mencapai 926 hektare, tahun 2017 turun menjadi 923 hektare, dan sampai akhir tahun 2018 menjadi 901 hektare.

Untuk menekan alih fungsi lahan, katanya, Pemkot Madiun sebenarnya sudah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang (RTRW) Wilayah Kota Madiun tahun 2010 hingga 2030.

Dalam Perda tersebut terdapat lahan pertanian berkelanjutan yang dilarang untuk dialihfungsikan, yakni seluas 444 hektare hingga tahun 2030.

Baca Lainnya : Jika Kesejahteraan Petani Tidak Meningkat, Lahan Pertanian Akan Berubah Fungsi

Adapun, wilayah yang ditetapkan untuk pengembangan kawasan pertanian tanaman pangan (sawah) sebagai lahan pertanian berkelanjutan, terdapat di daerah Kelurahan Kejuron, Pangongangan, Demangan, Kuncen, Josenan, Manguharjo, Kelun, Tawangrejo, dan Rejomulyo.

Muntoro menambahkan, dampak berkurangnya lahan pertanian (sawah) tersebut membuat hasil produksi padi di Kota Madiun tidak mencukupi untuk kebutuhan warga setempat.

Sesuai data, dalam setahun kebutuhan konsumsi beras masyarakat di Kota Madiun mencapai 13.800 ton. Sementara, beras hasil produksi pertanian yang mampu disediakan oleh petani Kota Madiun hanya sekitar 11.000 ton. Untuk mengisi kekurangannya itu, Kota Madiun bergantung pada pasokan beras dari wilayah tetangga, di antaranya Kabupaten Madiun, demikian terang Muntoro Danardono. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Baru Dibuka, Bukit Gunung Rinjani Terbakar

Thomas Aquinus   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan: