Produksi Melimpah, Kementan Optimis Ekspor Salak Bisa Ditingkatkan Lagi

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
11 Feb 2019   23:00

Komentar
Produksi Melimpah, Kementan Optimis Ekspor Salak Bisa Ditingkatkan Lagi

Dirjen Hortikultura berkunjung ke salah satu lokasi sentra penghasil salak di Sleman, Senin (11/2). (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini tengah gencar mendorong ekspor berbagai komoditas unggulan. Salah satunya yang kini jadi sorotan adalah produksi salak. Buah yang lebih dikenal di luar negeri dengan nama snack fruit ini banyak tumbuh subur di Indonesia dan tidak dimiliki di negara lain. Ada berbagai varietas salak di Indonesia seperti Salak Pondoh, Nglumut, Gula Pasir, Padang Sidempuan, Sari Intan 48 dan lain-lain.

"Iya, ekspor salak untuk mengisi pasar di Asia dan beberapa negara lainnya. Dari data BPS, ekspor salak 2018 sebesar 1.233 ton naik 28 persen dibandingkan 2017 sebesar 965 ton," demikian diungkapkan Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi saat berkunjung ke salah satu sentra produksi salak di Kecamatan Tempel, Sleman, Senin (11/2).

Baca Lainnya : Kementan Lakukan Gerakan Gemar Tanam dan Konsumsi Buah-Sayuran Lokal

Suwandi menyebutkan, mengacu dari data BPS tersebut, adapun negara tujuan ekspor salak yakni China, Kamboja, Malaysia, Singapura, Thailand, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Timor Leste, Belanda, Qatar, Hongkong, Jerman dan Inggris. 

"Luas lahan salak 2018 seluas 23.204 hektare dengan produksi 983 ribu ton tersebar di sentra di Kabupaten Sleman, Magelang, Banjarnegara, Tapanuli Selatan, Karangasem dan daerah lainnya," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Edy Sri Harnanto mengatakan, terdapat 2.300 hektare salak di Sleman yang melibatkan 11.500 rumah tangga petani. Produksi 10 kg per pohon per tahun yang jenisnya yakni terdapat salak pondoh super kualitas ekspor dan pondoh menggala untuk pasar domestik.

Baca Lainnya : Kejar Target Ekspor, Kementan Optimis Durian Pandeglang Disukai di Mancanegara

"Diharapkan ekspor salak Sleman tahun depan meningkat lagi seiring perawatan kebun dan sudah ada packaging housenya," ujarnya.

Sementara itu, Haryanto dari Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Mardikorejo, Kecamatan Tempel Sleman mengatakan satu kelompok tani di daerahnya mampu mengelola 10 hektare salak, dan pasar tidak ada masalah. Bahkan kelompok taninya bersama asosiasi sudah bermitra dengan eksportir yang ekspornya ke China dan Kamboja hingga mencapai 200 sampai 400 ton per tahun.

"Harga di petani Rp 7.500 sampai 8.000 per kg untuk grade-B, isi 14 sampai 16 butir per kg ini sudah kelas ekspor. Untuk grade-A isi 12 butir per kg lebih mahal lagi, sedangkan untuk grade borongan bisa lebih murah," tuturnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: