Radius 2,5 Km dari Kawah 2 dan Kawah Utama Gunung Karangetan Masuk Zona Bahaya

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
11 Feb 2019   22:00

Komentar
Radius 2,5 Km dari Kawah 2 dan Kawah Utama Gunung Karangetan Masuk Zona Bahaya

Erupsi Gunung Karangetan memaksa 190 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Aktivitas vulkanik di Gunung Karangetan yang terletak di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara semakin meningkat. Meski saat ini lelehan lava sudah mencapai lautan, namun kondisi masih belum dinyatakan aman. Karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan zona perkiraan bahaya dari erupsi Gunung Karangetang.

Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, warga maupun pengunjung diminta tidak melakukan aktivitas di sekitar zona bahaya yang meliputi radius 2,5 km dari puncak kawah dua (utara) dan kawah utama (selatan).

Baca Lainnya : Gunung Karangetang Erupsi, 132 Orang Mengungsi dan 499 Jiwa Terisolir

"Di samping itu, zona berbahaya juga mencakup sektoral dari puncak ke arah barat-barat laut sejauh 3 km dan ke arah barat laut-utara sejauh 4 km," kata Sutopo dalam keterangan resminya, Senin (11/2).

Sutopo juga menyampaikan sejumlah titik yang diprediksi menjadi jalur aliran lava. Karena itu, ia mengimbau warga untuk memakai masker penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi potensi gangguan saluran pernapasan.

"Berdasarkan pemantauan PVMBG, sungai-sungai yang berpotensi menjadi jalur aliran lava dan guguran dari Kawah Dua, antara lain Sungai Melebuhe, Batuare, Batukole, Saboang, Niambangeng, Sumpihi, Kiawang, Kinal, dan Kawahang. Sementara itu, awan panas guguran maupun aliran lava saat ini masih mengarah ke Sungai Melebuhe, namun berpotensi berubah menuju Kali Batukore dan Batuare serta Saboang. Volume material vulkanik dapat berpotensi menjadi lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di kawah dua dan kawah utama," papar Sutopo.

Baca Lainnya : Guguran Lava Pijar Gunung Karangetan Sudah Mencapai Lautan

Di kesempatan yang sama Sutopo juga memaparkan, hingga saat ini 190 jiwa dari 53 Kepala Keluarga terpaksa mengungsi akibat erupsi Gunung Karangetan. Rinciannya, 33 keluarga atau 122 jiwa saat ini berada di penampungan Paseng, 11 keluarga atau 39 jiwa berada di Sekolah GMIST Batubulan, dan 9 keluarga atau 29 jiwa ditampung di rumah-rumah kerabatnya. 

Adapun warga yang terdampak tersebar di desa Desa Batubulan, yang memiliki luas 3,96 km2. Data penduduk tersebut sebanyak 159 keluarga (515 jiwa).

"Sehubungan dengan potensi dampak terhadap masyarakat, PVMBG merekomendasikan warga yang menetap di Kampung Batubulan, Kampung Niambangeng, dan Kampung Beba untuk dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas," ujar Sutopo lagi. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: