BBKSDA Riau Ajak Perusahaan Pemegang Konsesi, Lindungi Gajah dengan BMP

TrubusNews
M Syukur | Followers 2
11 Feb 2019   21:30

Komentar
BBKSDA Riau Ajak Perusahaan Pemegang Konsesi, Lindungi Gajah dengan BMP

Sejumlah perusahaan melakukan penandatangan komitmen bersama penerapan BMP Konservasi Gajah Sumatera di areal konsesi perusahaan. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengajak sejumlah perusahaan untuk menerapkan Better Management Practice (BMP) untuk kelestarian habitat gajah. Gerakan ini memanfaatkan dana dari Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera.

Menurut Humas BBKSDA Riau, Dian Indriati, kegiatan ini juga melibatkan Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo dan WWF Indonesia. Sejumlah perusahaan sudah diberi pembekalan dan pemahaman untuk menerapkan sistem ini.

"Kegiatannya akhir pekan kemarin di kantor BBKSDA, tujuannya untuk menjaga habitat dan jumlah Gajah Sumatera," terang Dian.

Baca Lainnya : Kawasan Konservasi Bentang Seblat Akan Dipasangi Koridor Gajah 

Dian menjelaskan, ada serangkaian kegiatan yang dilakukan. Kegiatan dimulai dari penyamaan persepsi dan peningkatan kapasitas terhadap pengertian BMP dan prakteknya. Selanjutnya membangun komitmen dan melegalkan komitmen itu melalui penandatanganan komitmen bersama.

"Ada tujuh perusahaan yang menandatangani komitmen untuk melaksanakan BMP," terang Dian.

Adapun komitmen ini, terang Dian, berisi tentang pengkayaan pakan gajah di kawasan lindung di konsesi, pembuatan dan atau pengelolaan koridor gajah, patroli perlindungan gajah, mitigasi Konflik gajah dan manusia.

"Berikut perusahaan juga bersedia memberikan informasi untuk menyusun design dari praktek-praktek pengelolaan terbaik itu, melakukan implementasi serta bersama-sama memantau perkembangan BMP yang diterapkan," sebut Dian.

Baca Lainnya : Siklus Jelajah Terganggu, Invasi Gajah di Riau Makin Tak Menentu

Secara ekologis, sambung Dian, kondisi habitat Gajah Sumatera di Provinsi Riau mengkhawatirkan, walaupun ada indikasi  penurunan kematian dan peningkatan populasi. Menurutnya, degradasi habitat, perburuan dan kebakaran hutan dan lahan adalah beberapa sebab terjadinya penurunan kualitas kondisi habitat itu. 

"Oleh karena itu pemerintah terus berusaha melakukan perlindungan terhadap Gajah Sumatera, di antaranya dengan menetapkan beberapa kawasan konservasi sebagai kawasan perlindungan gajah," terang Dian.

Selama ini, kurangnya ruang jelajah gajah yang luas dan kurangnya ketersediaan pakan di kawasan konservasi mengakibatkan gajah berada di luar kawasan konservasi. Hal ini tak jarang menimbulkan konflik yang dapat merugikan kedua belah pihak, baik gajah maupun manusia dan sumber-sumber ekonomi. 

"Untuk itu diperlukan keterlibatan aktif para pemegang hak konsesi tersebut untuk berperan dalam melindungi gajah," kata Dian. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: