Bulog Beberkan Penyebab Busuknya Ribuan Ton Beras di Sumsel

TrubusNews
Thomas Aquinus
11 Feb 2019   18:30 WIB

Komentar
Bulog Beberkan Penyebab Busuknya Ribuan Ton Beras di Sumsel

Ilustrasi beras (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Ketua Komisi II DPRD Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatra Selatan, Andi Syaiban Hidayat sebelumnya mengungkapkan telah menyidak dua gudang beras milik Bulog di Belitang III dan Jatimulyo. Saat sidak, ditemukan ribuan ton beras busuk. Dengan temuan beras busuk tersebut, dia meminta Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) terjun langsung ke Sumsel untuk melihat. 

"Kalau bisa Buwas datang lah ke sini dan lihat langsung itu. Dari lima gudang di OKU itu kita baru periksa langsung dua gudang, itu sudah ada sekitar 1.150-an ton beras yang busuk," kata Andi saat dihubungi, Senin (11/2).

Andi menuturkan saat ini pihanya sudah memanggil pimpinan Bulog Divre III OKU. Dalam pertemuan Rapat Dengar Pendapat tersebut, kata dia, terungkap ada ancaman-ancaman kepada Bulog dari pemasok beras.

Baca Lainnya : 1.500 Ton Beras Bulog Ditemukan Busuk di Gudang Peyimpanan

Menurutnya, memang ada beras yang kualitasnya buruk dan ada beras yang sudah lama berada di gudang. Ia pun menanyakan ke Bulog kenapa mau menerima beras dengan kualitas buruk.

"Ada beras yang mereka terima Oktober 2018, baru 4 bulan tapi busuknya sama seperti beras yang sudah 2016-2017, saya tanya ini kok bisa bagaimana? Ternyata mereka itu takut dengan ancaman-ancaman dan bahkan minta kita (DPRD) semacam mengawal lah," ujarnya.

Sebelumnya kualitas beras busuk diketahui dari petugas pemeriksa mutu beras yang independen. Pemeriksa beras itu, kata dia, bukan dari pemerintah dan bukan dari Bulog.

Baca Lainnya : Opsi Impor Beras Mengalir Kembali Akibat Banjir Sulsel

Sementara itu, Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo mengakui adanya beras busuk di OKU. Menurutnya faktor yang mengakibatkan beras menjadi busuk yaitu beras disimpan terlalu lama dan kondisi gudang Bulog yang perlu modernisasi.

"Gudang itu kan kondisinya juga sudah lama. Memang kita gudang-gudang ini perlu ada modernisasi agar penyimpanan beras bisa lebih tahan lama, di silo-silo gitu," kata Bachtiar.

Baca Lainnya : Penuhi Cadangan Beras Nasional, Kementan Perintahkan Bulog Serap Gabah Petani di Jawa Tengah

Bachtiar menjelaskan jika pada umumnya beras hanya dapat bertahan selama setahun. Sebab, beras berkualitas tinggi pun dapat mengalami penurunan mutu jika sudah melewati jangka waktu itu.

"Tapi kalau yang sudah kayak kondisi rusak, itu bukan untuk dikonsumsi masyarakat. Itu akan di-disposal namanya. Pasti ada, di mana pun namanya di gudang kalau sudah kadarluasa, atau expired itu kan gak akan dibiarkan untuk rakyat," ujarnya.

Baca Lainnya : Januari 2019, Inflasi 0,32 Persen Disumbang Kenaikan Harga Ikan dan Beras

Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Syahar Diantono mengungkapkan, tim Polres OKU dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Selatan telah memeriksa beras membusuk itu.

"Tidak bener itu sudah dicek, memang bener itu ada beras tapi untuk pakan ternak," ujar Syahar. [NN/SN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: