Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut Dorong Pesantren Kembangkan Budidaya Lele Sistem Bioflok

TrubusNews
Reza Perdana | Followers 2
11 Feb 2019   17:30

Komentar
Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut Dorong Pesantren Kembangkan Budidaya Lele Sistem Bioflok

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kebutuhan pasar akan produksi ikan lele saat ini masih sangat tinggi. Karena itu, budidaya lele sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi saat ini lele sudah dapat dikembangkan dengan sistem yang lebih efisien seperti bioflok. 

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatera Utara, Agustono mengatakan, bioflok merupakan salah satu sistem budidaya lele secara efisien menggunakan wadah berbentuk lingkaran yang terbuat dari terpal dan berkerangka besi.

Baca Lainnya : Genjot Produktivitas Lele, Ini Keunggulan Inovasi Bioflok

“Efisien, karena salah satu pakannya dihasilkan dengan kultur bakteri sebagai pakan alami. Untuk menggerakkan airnya digunakan airator, sehingga meringankan biaya pakan. Karena budidaya lele, yang besar itu salah satunya pada pakan,” kata Agustono, Senin (11/2).

Diungkapkan Agustono, di akhir 2018 lalu pihaknya sudah mendatangkan ahli bioflok, yaitu Adi Sucipto dalam sebuah pelatihan yang diikuti pembudidaya ikan lele. Adi menyampaikan, bioflok didesain melingkar agar memudahkan perputaran air dan pembersihan.

Agustono menyebut, budidaya perikanan dengan sistem bioflok sangat potensial dilakukan kelompok masyarakat atau pesantren, bahkan panti asuhan. Nantinya akan dapat membantu ketersediaan sumber protein. Disarankan juga kabupaten mengembangkannya.

Baca Lainnya : Membanggakan, Ekspor Ikan Lele Indonesia Naik Capai 1.771.867 Ton

“Hitung saja. Misalnya, lingkarannya minimal berdiameter 3 meter. Nah, populasi ikan bisa sangat banyak, dan tidak perlu beli pakan. Karena, ini konsepnya kultur bakteri, yaitu pakan alami,” ungkapnya.

Sistem bioflok dikembangkan oleh Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BBAT), dan sudah dilakukan ujicoba percontohan sistem bioflok di 6 kelompok pembudidaya ikan pada tahun 2015, yaitu di Kotamobagu (Sulawesi Utara), Gorontalo (Gorontalo), Pangkajene, dan Kepulauan (Sulawesi Selatan).

“Juga di Konawe, Sulawesi Tenggara, Seram Bagian Barat, Maluku, dan Ternate, Maluku Utara. Hasilnya jangan ditanya, sudah pasti bagus,” tandasnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: