Peningkatan DBD Terjadi di Kaltim, 187 Warga Terjangkit

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
11 Feb 2019   16:30

Komentar
Peningkatan DBD Terjadi di Kaltim, 187 Warga Terjangkit

Ilustrasi pasien DBD (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dikabarkan juga terjadi di Kalimantan Timur. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur telah melaporkan sebanyak 187 warga terjangkit DBD.

Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Syachranie Samarinda, mencatat sebanyak 125 pasien yang dirawat akibat DBD adalah anak-anak.

Seperti diketahui, DBD merupakan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti, yang membawa virus Dengue. Sejumlah gejala DBD antara lain seperti demam tinggi, nyeri sendi, dan nyeri pada bola mata.

"Sebanyak 187 pasien akibat DBD kami rawat. Pasien anak sebanyak 125 orang dan 62 orang lainnya pasien dewasa," terang Humas RSUD AW Syachranie, dr Arysia Andhina, kepada wartawan di Samarinta, Kalimantan Timur, Senin (11/2).

Baca Lainnya : 2.416 Orang Terjangkit DBD di Jawa Barat, 18 Tewas Karena Terlambat Diagnosa

Dirinya menambahkan, pendataan pasien yang dirawat di sejumlah ruangan terus berjalan. Pasien tidak hanya berasal dari Samarinda, melainkan dari kabupaten dan kota lain yang dirujuk ke RSUD AW Syachranie sebagai rumah sakit rujukan utama.

"Iya, dari Muara Badak Kutai Kartanegara, Sangatta Kutai Timur, dan Berau. Kalau dari Samarinda, ada dari wilayah kecamatan Palaran, dan juga dari Loa Janan," tambahnya.

Arysia mengungkapkan, sejak tahun lalu, penderita DBD tidak hanya terjadi di bulan Januari-Februari saja. Hal ini karena diakuinya, musim hujan yang terjadi di Kalimantan Timur relatif tidak menentu.

Baca Lainnya : Terus Bertambah, DBD di Malut Tercatat Sentuh 154 Kasus

"Kalau dari evaluasi kami, kenaikan penderita DBD ini, biasanya terjadi di musim hujan ya. Tidak mesti terjadi di bulan Januari sampai Februari. Kalau tahun 2016, malah banyak pasien (DBD) di Februari sampai Maret," jelas Arysia.

Untuk itu pihaknya mengingatkan, seseorang dengan gejala awal DBD harus segera mendapatkan pertolongan medis.

"Kalau demam dan panas tinggi, dan sudah mengonsumsi obat penurun panas tapi nggak turun-turun, mesti segera dicek ke petugas medis terdekat," ujar Arysia menambahkan. [NN]

DBD

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: