Pengelolaan Sampah Kota Depok Buruk, Skema "Open Dumping" Melanggar UU

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
11 Feb 2019   07:00

Komentar
Pengelolaan Sampah Kota Depok Buruk, Skema

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengatakan, skema pengelolaan sampah di Kota Depok, Jawa Barat yang menerapkan open dumping menyalahi aturan. Kota yang pernah mendapatkan Piala Adipura pada 2017 tersebut menjadi sorotan karena pengelolaan sampahnya dinilai buruk. 

"Menyalahi ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah," kata Menteri Siti di Depok, Minggu (11/2). 

Menteri Siti menjelaskan, bahwa open dumping adalah sistem pembuangan paling sederhana dimana sampah dibuang begitu saja dalam sebuah tempat pembuangan akhir tanpa perlakuan lebih lanjut. Permasalahan lanjutan pun bakal terjadi seperti beberapa kasus yang longsoran sampah yang ditumpuk sampai ketinggian 30 meter. 

Baca Lainnya : Sampah yang Mencemari Danau Siombak Bukan dari TPA Terjun

"Di Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 ada ditegaskan soal tempat pembuangan akhir sampah, Depok belum rapi di situ. Kita sedang bina," tambahnya. 

Ditambahkan Menteri Siti, Kota Depok menghasilkan sampah rumah tangga sampai 1.320 ton per hari, namun baru mampu menangani 740 ton di antaranya.
Sisanya, sekitar 580 ton sampah, masih tercecer di tempat-tempat yang mestinya bukan tempat pembuangan sampah. [NN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: