Bawang Merah Kini Jadi Komoditas Andalan Petani Medan Tuntungan

TrubusNews
Karmin Winarta | Followers 0
10 Feb 2019   15:25

Komentar
Bawang Merah Kini Jadi Komoditas Andalan Petani Medan Tuntungan

Bawang merah (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara (Sumut), Baharuddin Siregar mengatakan, bawang merah adalah salah satu komoditas pertanian yang sangat baik dikembangkan petani. 

Hal itu dikatakan Baharuddin dalam panen bawang merah petani di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara. Panen bawang merah dengan hasil yang menggembirakan, yaitu 9 hingga 10 ton per hektare.

Disebutkan Baharuddin, selama ini dalam hal pengadaan benih, Sumut harus membelinya sebanyak 500 ton dari Jawa. Padahal, potensi produksi benih bawang merah oleh petani di Sumut sendiri cukup besar, dan memungkinkan dilakukan.

"Harga benih itu Rp 40.000 per Kilogram kita beli dari Jawa. Kenapa kita tidak buat sendiri, saya yakin kita bisa," ucapnya, Minggu (10/2).

Baharuddin menyebut, sebagai lokasi produksi benih bawang merah, panen di Kelurahan Sidomulyo bisa mencapai 9 hingga 10 ton per hektare. Namun demikian, para petani di kawasan ini harus terus meningkatkan kemampuan dalam budi daya bawang merah. 

Baharuddin, yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Benih Induk Hortikultura Gedung Johor, mengundang para petani untuk datang, dan melihat pertanaman bawang merah. 

"Di sana, kami juga tanam bawang merah. Datang, lihat. Tidam perlu jauh-jauh ke Jawa. Kita saja kedatangan orang dari Thailand dan lainnya untuk belajar," ungkao Baharuddin. 

Kepala Seksi Sayuran dan Tanaman Obat, Adri Nasution menyebut, panen bawang merah di Kelurahan Sidomulyo oleh Kelompok Tani Harapan Tani selaku anggota Gapoktan Mandiri, merupakan penerima bantuan benih bawang merah (umbi) untuk pertanaman seluas 4 hektare.

"Benihnya sebanyak 2.800 Kilogram, pupuk organik 7.200 Kilogram, NPK 1.200 Kilogram dan lainnya," sebut Andri. 

Ketua Kelompok Tani Harapan Tani, Kuat Hardianto mengaku, pertanaman bawang merah baru pertama kali dilakukan oleh kelompoknya. Di lokasi tersebut, sebelumnya ditanami tanaman keras.

"Berkat dukungan dan pendampingan dari penyuluh pertanian, kamu belajar. Akhirnya dapat panen dengan menggembirakan. Kami mau tanam lagi nanti," tandasnya. 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: