Waspada, Nyamuk Aedes Aegypti Gigit Anak-anak Setiap Hari Senin

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
09 Feb 2019   15:00

Komentar
Waspada, Nyamuk Aedes Aegypti Gigit Anak-anak Setiap Hari Senin

Nyamuk aedes aegypti. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sejak akhir tahun 2018, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat signifikan. Kondisi ini terjadi karena meningkatkan intensitas hujan di Indonesia. DBD paling banyak menyerang anak-anak. Hampir 90 persen korban DBD merupakan anak-anak yang berusia kurang dari 15 tahun.

"Kita membagi di atas 15 tahun dan di bawah 15 tahun. Hampir 90 persen DBD terjadi pada anak di bawah 15 tahun, terbanyak di usia lima sampai sembilan tahun," kata Anung Sugihantono, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan, Sabtu (9/2).

Baca Lainnya : 2.416 Orang Terjangkit DBD di Jawa Barat, 18 Tewas Karena Terlambat Diagnosa

Maka dari itu, semua orang harus menjaga kesehatan dan memiliki perilaku hidup bersih. Orangtua harus memastikan tidak ada jentik nyamuk di lingkungan rumah.

"Harus menghindari gigitan nyamuk dengan berbagai upaya. Tidur dengan kelambu, salah satu contohnya. Kemudian, mengusir nyamuk dengan tanaman tradisional. Paling penting adalah tetap menjaga anak," ujar Anung.

"Orangtua harus memastikan jika lingkungan di sekitar anak, baik itu di rumah atau sekolah, bebas jentik nyamuk. Dan, setiap Senin, hindari tempat-tempat yang tidak digunakan pada Sabtu dan Minggu," bebernya.

Baca Lainnya : Dinkes DKI Jakarta: Waspadai Gejala DBD yang Tidak Terlihat

Karena tidak ada aktivitas pada Sabtu dan Minggu, ada banyak genangan air di tempat tersebut. Bisa menjadi tempat hidup jentik-jentik nyamuk. Ketika Sabtu dan Minggu masih berupa jentuk, pada Senin sudah berubah menjadi nyamuk dewasa.

"Itu harus hati-hati. Pada dasarnya, di tempat yang tidak dipakai pada Sabtu dan Minggu, seringkali ditemukan nyamuk dalam jumlah banyak," tegasnya. [DF]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: