BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Pasang Air Laut Tiga Hari ke Depan

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
07 Feb 2019   12:30

Komentar
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Pasang Air Laut Tiga Hari ke Depan

Ilustrasi gelombang tinggi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang pasang air laut di perairan Indonesia hingga tiga hari ke depan.

Berdasarkan keterangan resmi Humas BMKG, Ahmad Taufan Maulana, Kamis (7/2) mengatakan, potensi gelombang pasang air laut diakibatkan pola sirkulasi massa udara di Samudra Hindia barat Aceh.

Selain itu, Taufan menambahkan, pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah Utara-Timur laut dengan kecepatan angin berkisar antara 4-20 knot, sedangkan di selatan wilayah Indonesia umumnya dari arah Barat ke Utara dengan kecepatan angin berkisar antara 4-25 knot.

Untuk kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, Perairan selatan Kepulauan Aru, Perairan Yos Sudarso, Perairan Merauke dan Laut Arafuru.

"Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut," ujarnya.

Sementara itu, untuk tinggi gelombang 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda Bagian Selatan.

Baca Lainnya : Kepala BMKG: Indonesia Terima Hibah 50 Sensor Gempa dari China

Lalu, Perairan Selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba-Pulau Sawu, Perairan Kupang-Pulau Rote, Laut Sawu, Samudra Hidia Selatan Banten hingga Jawa Tengah, Laut Timor Selatan NTT, Laut Natuna Utara, Perairan Utara Kepulauan Natuna, Perairan Utara Kepulauan Kangean, Selat Makassar Bagian Selatan, Perairan Barat Sulawesi Selatan, Perairan Kep. Sabalana Hingga Kepulauan Selayar.

Selanjutnya, Perairan Utara Flores, Laut Flores, Laut Banda, Perairan Kep. Sermata hingga Kepukauan Tanimbar, Perairan Kaimana-Agats, Laut Arafuru Bagian Barat, Laut Sulawesi Bagian Tengah hingga Timur, Perairan Bitung-Manado, Laut Maluku, Perairan Utara dan Timur Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

"Tinggi gelombang 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga NTT, Perairan Barat Yos Sudarso, dan Laut Arafuru Bagian Tengah hingga Timur," ujar Taufan menambahkan.

BMKG mengimbau para nelayan terkait gelombang tinggi dan lebih memperhatikan keselamatan pelayaran.

Baca Lainnya : BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Hingga 3 Hari Kedepan di Beberapa Wilayah

“Perahu nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter,” ucapnya kembali.

Sementara itu, untuk Kapal Ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

"Diminta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar tetap selalu berhati-hati dan waspada," pungkas Taufan. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: