BBKSDA Sumut Musnahkan 7.000 Ekor Blangkas Selundupan

TrubusNews
Thomas Aquinus
07 Feb 2019   07:00 WIB

Komentar
BBKSDA Sumut Musnahkan 7.000 Ekor Blangkas Selundupan

7.000 Ekor Blangkas Selundupan (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara memusnahkan 7.000 ekor blangkas hasil tangkapan TNI Angkatan Laut (AL) di perairan Aceh Tamiang.

Pemusnahan dilakukan di Kantor Balai Penegakkan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut.

Kasi Perencanaan Perlindungan dan Pengawasan BBKSDA Sumut, Amenson Girsang, mengatakan pemusnahan dilakukan setelah pihak Angkatan Laut Lantamal I Belawan menyerahkan hasil tangkapan tersebut.

"Barang bukti tersebut kita musnahkan dengan cara menguburkannya di halaman Kantor Gakum wilayah Sumut," kata Amenson, Rabu (6/2).

Amenson menjelaskan, ribuan ekor blangkas tersebut rencananya diselundupkan ke Thailand melalui perairan Aceh, dan digagalkan petugas dari Koarmada 1 Angkatan Laut. 

"Karena ini hasil penyidikan bersama, nantinya akan ada dua undang-undang yang dipakai," jelasnya.

Baca Lainnya : Polisi Amankan Benih Lobster Selundupan Senilai Rp8 Miliar di Tanjung Jabung

Diterangkan Amenson, Angkatan Laut akan melakukan penyidikan dengan Undang-Undang Perikanan. Dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan menggunakan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 90.

"Itu sesuai dengan kewenangan masing-masing penyidik," ujarnya.

Blangkas selundupan (Foto: Trubus.id)

Sejauh ini 3 orang tersangka telah ditahan oleh pihak Angkatan Laut Lantamal I Belawan, dan masih dalam proses penyidikan lebih lanjut.

Amenson menyebut, perburuan terhadap belangkas, termasuk satwa dilindungi, kian marak dilakukan, mengingat pasar terhadap belangkas cukup tinggi di Thailand. Harga satu ekor belangkas dijual dengan Rp 500 ribu kepada negara yang memesan. 

Baca Lainnya : Ribuan Burung hasil Selundupan Dilepasliarkan di Tahura Lampung

"Oleh karena itu, alasan para pelaku melakukan aksi perdagangan ini," terangnya.

Penangkapan tersebut dilakukan saat petugas Koarmada 1 Angkatan Laut melakukan patroli pada Selasa (29/1). Petugas yang saat itu patroli menggunakan KRI Patimura mencurigai keberadaan KM Lumba-lumba dengan nomor lambung GT 20 no 221/QQD berada di perairan Aceh Tamiang.

Petugas kemudian memeriksa kapal tersebut dan menemukan di dalam Palka kapal sedikitnya 7.000 ekor blangkas dalam kondisi mati. Kapal juga tidak dilengkapi dokumen. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Tiga Desa di Kota Batu Terdampak Angin Kencang

Peristiwa   17 Nov 2019 - 17:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan: