Kapal Aktivis Sea Sheperd Dirusak Nelayan Pemburu Lumba-Lumba

TrubusNews
Binsar Marulitua
06 Feb 2019   22:30 WIB

Komentar
Kapal Aktivis Sea Sheperd Dirusak Nelayan Pemburu Lumba-Lumba

Kapal Aktivis Sea Sheperd (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sebuah kapal patroli organisasi pelestarian binatang laut ‘Sea Shepherd’ diserang oleh pemburu lumba-lumba spesies Vaquita di Teluk California, Meksiko. Dalam kurun waktu sebulan, para pemburu yang menyamar menjadi nelayan tersebut telah melakukan dua kali serangan dengan pelontar batu dan bahan peledak ringan (bom molotov). 

Kapal Sea Sheperd yang bernama M/V Farley Mowat disergap oleh 20 kapal pemburu berkecapatan tinggi pada tanggal 31 Januari 2019 saat sedang melakukan patroli konservasi laut. Operasi tersebut dilakukan sepengetahuan dan kerja sama pemerintah Meksiko untuk membantu mendeteksi kegiatan penangkapan ikan ilegal. 

"Ada lebih dari 50 penyerang di 20 kapal berkecepatan tinggi," dalam keterangan tertulis yang dipublikasi EcoWatch, tertanggal 5 Februari 2019.

Sea Sheperd mengonfirmasi sisi Kapal Farley Mowat terbakar dan jendelanya pecah karena para penyerang melemparkan bom molotov dan proyektil seperti bobot timbal dan batu besar di kapal. 

Baca Lainnya : Lumba-Lumba yang Dievakuasi dari Sungai Kualuh Terluka, Kenapa?

Awak kapal Farley Mowat menggunakan selang air bertekanan tinggi terus mempertahankan kapal.  Sementara tentara Angkatan Laut Meksiko dan polisi federal yang ditempatkan di atas kapal melepaskan tembakan ke udara dan laut untuk menghalangi para penyerang. 

Baik kru maupun personel keamanan tidak mengalami cedera. Tidak ada penangkapan yang dilakukan pasca serangan tanggal 9 Januari dan 31 Januari 2019.

"Serangan berulang ini telah membuat upaya konservasi vital Shepherd Sea dalam Vaquita Refuge menjadi sangat menantang dalam beberapa pekan terakhir. Sekaligus serangan masif ini  menimbulkan keraguan tentang peluang vaquita untuk lesatari dan bertahan hidup," kata siaran pers.

Sea Shepherd melakukan patroli maritim di Teluk California bagian atas, atau Laut Cortez, untuk melindungi vaquita yang hampir punah. Vaquita sendiri adalah seekor lumba-lumba endemik  di bagian utara Teluk California. Hingga kini, para ahli mengatakan hanya ada selusin lumba-lumba spesies vaquita yang tersisa. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Tiga Desa di Kota Batu Terdampak Angin Kencang

Peristiwa   17 Nov 2019 - 17:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan: