Kepala BMKG: Indonesia Terima Hibah 50 Sensor Gempa dari China

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
06 Feb 2019   19:45

Komentar
Kepala BMKG: Indonesia Terima Hibah 50 Sensor Gempa dari China

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan, bahwa Indonesia mendapatkan hibah berupa 50 alat sensor gempa dari Pemerintah China.

Sebagaimana diketahui, Indonesia saat ini memerlukan banyak alat sensor untuk merekan gelombang gempa dan gelombang primer.

“BMKG tengah melakukan kerja sama dengan salah satu lembaga di China. Bahkan, Indonesia sudah mendapatkan hibah sebanyak 50 alat sensor tersebut,” ujar Dwikorita di Padang, Sumatera Selatan, Rabu (6/2).

Alat sensor dengan nama of quick early warning system tersebut nantinya akan dipasang di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk salah satunya di Sumatera Barat, terutama di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Baca Lainnya : BMKG Deteksi Gempa Magnitudo 5.0 di Tapanuli Utara

Alat sensor ini dikatakan Dwikorita mampu menangkap gelombang gempa primer. Gelombang primer, diakuinya tidak merusak, tetapi memberikan informasi bisa 10 sampai 60 detik sebelum guncangan gempa.

"Jadi, ada waktu 10 sampai 60 detik bagi masyarakat atau pemerintah untuk menyiapkan kedatangan gempa gelombang primer berikutnya. Ini langkah awal yang akan dilakukan tahun ini dengan hibah dari Pemerintah China,” lanjut Dwikorita.

Diutarakannya, 50 sensor gempa itu akan dipasang di beberapa wilayah di Indonesia. Sistem listrik, gas dan sistem untuk publik yang membahayakan juga bisa secara otomatis akan dimatikan.

Baca Lainnya : Deteksi Gempa Secara Dini, Kini Aceh Punya Tujuh Sensor Gempa

“Jadi lebih siap. Ini seperti yang terjadi di Jepang dan China," ujarnya menambahkan.

Pihaknya juga menegaskan, BNPB serta lembaga terkait lainnya juga sudah menyiapkan rencana pemasang buoy (alat pendeteksi tsunami Indonesia). Tapi diakui Dwikorita, perlu waktu satu tahun untuk uji coba.

Meski demikian, selama uji coba, alat itu bisa dimanfaatkan. Sehingga kalau sewaktu terjadi tsunami, diharapkan bisa terdeteksi lebih awal. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: