Rekomendasi Penutupan Taman Nasional Komodo Selesai pada Juli 2019

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
06 Feb 2019   17:00

Komentar
Rekomendasi Penutupan Taman Nasional Komodo Selesai pada Juli 2019

Komodo (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Wacana penutupan Taman Nasional Komodo (TNK) masih menjadi 'bola panas' di tingkat para pengambil kebijakan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) segera membentuk tim terpadu untuk mengatasi silang pandang tersebut dan memberikan hasil rekomendasi pada Juli 2019.

Sebelumnya, ikhwal rencana penutupan TNK dilontarkan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Victor Laiskodat. Alasannya adalah memulihkan populasi Komodo dan ekosistemnya yang dinilai telah mengalami degradasi secara serius oleh karena tekanan wisatawan dan pembangunan. Saat ini, jumlah komodo diperkirakan mencapai 2.762 ekor yang tersebar di beberapa pulau di Taman Nasional (TN) Komodo.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Wiratno mengatakan, penutupan atau pembukaan kembali suatu kawasan konservasi diputuskan atas pertimbangan ilmiah dan kondisi tertentu. Untuk Taman Nasional Komodo, tim terpadu akan memberikan rekomendasi kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Direktorat Jenderal KSDAE segera mengmbil keputusan pada  Agustus 2019. 

Baca Lainnya : Peneliti Akan Lakukan Rekayasa Genetik Komodo Selama TNK Ditutup

"Tim terpadu akan bekerja dan melaporkan hasilnya kepada Menteri LHK pada Juli 2019," jelas Wiratno  dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Pengelolaan Kawasan Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Nusa Tenggara Timur di KLHK, Jakarta, Rabu (6/2). 

Wiratno mengatakan, rencana penutupan Pulau Komodo untuk tujuan wisata dapat dilakukan setelah adanya hasil dari tim terpadu, dan berlaku mulai Januari 2020. Terhadap paket-paket wisata yang telah terlanjur dijual, tetap dapat dilanjutkan kecuali di Pulau Komodo apabila berdasarkan rekomendasi tim terpadu diputuskan untuk ditutup.

Hasil rapat kordinasi tersebut, ditambahkan Wiratno, menekankan pengaturan secara menyeluruh sistem pengelolaan pengunjung, pengelolaan pusat informasi, pengelolaan ekosistem savana, pengelolaan dan penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat untuk konservasi dan ekonomi. Pengkajian tentang tarif masuk ke Taman Nasional Komodo segera dikoordinasikan dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Pariwisata dan para pelaku wisata. 

Baca Lainnya : KLHK Undang Gubernur NTT untuk Diskusikan Rencana Penutupan TN Komodo

Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian LHK bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga menyepakati bahwa Taman Nasional Komodo merupakan situs warisan dunia yang harus benar-benar dikelola dengan prinsip kehati-hatian.

Tim terpadu itu juga akan membuat prediksi masa depan pengelolaan Taman Nasional Komodo sebagai kawasan eksklusif karena satwa komodo sebagai satwa penting bagi dunia internasional. 

Baca Lainnya : Ditutup Selama Setahun, Akankah Komodo dan Rusa di TNK Bertambah?

Kemudian, perbaikan melalui peningkatan patroli bersama antara Balai Taman Nasional Komodo dengan TNI Angkatan Laut, Kepolisian Daerah NTT, Kepolisian Resor Manggarai Barat, beserta para operator perjalanan, Masyarakat Mitra Polisi Hutan dari Desa Komodo, Desa Pasir Panjang dan Desa Papagarang dalam rangka pengamanan kawasan perairan dan daratan dari perburuan liar dan perusakan terumbu karang. 

Rapat itu menyimpulkan perlu segera dilakukan perbaikan tata kelola, khususnya terkait dengan pengamanan dan perlindungan satwa komodo termasuk jaminan ketersediaan mangsanya, terutama rusa; serta pengawasan dan kontrol terhadap aktivitas pariwisata melihat komodo, snorkeling dan penyelaman serta kegiatan lainnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: