Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Basarnas Berikan Latihan MFR pada Warga

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
06 Feb 2019   19:00

Komentar
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Basarnas Berikan Latihan MFR pada Warga

Gunung merapi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Gunung Merapi yang berada di Jawa Tengah terus menunjukkan aktivitasnya. Warga yang berada di Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dinilai paling memiliki kerawanan saat Gunung Merapi erupsi.

Guna persiapan menghadapi kemungkinan terburuk, Basarnas melatih warga setempat untuk bisa memberikan pertolongan korban termasuk langkah-langkah evakuasi.

Kepala Basarnas Jateng, Aris Sofingi, menyampaikan, Kecamatan Dukun merupakan kawasan paling dekat dengan Gunung Merapi. Bahkan salah satu desa yakni desa Krinjing hanya berjarak 3,5 kilometer dari puncak Merapi.

Desa tersebut juga masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) III atau berpotensi besar terdampak letusan Merapi.

Baca Lainnya : Lava Pijar Gunung Merapi Meluncur 1.400 Meter pada Selasa Malam

Atas dasar itulah Basarnas Jateng menggelar kegiatan pelatihan Medical First Responder (MFR) sekaligus latihan pemetaan wilayah di 15 desa di kecamatan.

Pelatihan MFR yang diikuti 60 peserta dari perwakilan 15 desa tersebut digelar di Desa Dukun Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang pada 4 hingga 6 Februari 2019.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi penilaian korban, macam pendarahan, penanganan patah tulang, pemindahan korban serta evakuasi mandiri. Selain itu para peserta diminta untuk mengumpulkan data serta melakukan pemetaan desa masing-masing untuk membuat rencana operasi mandiri berbasis masyarakat.

"Pelatihan ini adalah salah satu cara dari Basarnas untuk melatih kesiapsiagaan warga kecamatan Dukun dalam menghadapi bencana erupsi gunung Merapi maupun lahar dingin yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Mereka kami bekali kemampuan MFR, karena merekalah yang pertama kali harus siap menghadapi erupsi, sehingga mereka tau apa yang harus dilakukan bila ada warga yang mengalami cedera," demikian dikatakan Aris di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (6/2).

Baca Lainnya : BPBD Sleman Waspada Potensi Banjir Lahar Hujan Gunung Merapi

Selain itu, pihaknya berharap latihan pemetaan wilayah yang dilakukan oleh para peserta mampu diterapkan dalam menghadapi bencana erupsi. Peserta dituntut untuk bisa membaca kemampuan wilayahnya, sumber daya yang dimiliki seperti jumlah sarana transportasi untuk evakuasi serta menentukan jalur evakuasi.

"Ke depannya kami harapkan para peserta ini memiliki peran aktif dalam proses edukasi, serta melakukan operasi evakuasi secara mandiri berbasis masyarakat, karena merekalah yang memahami karakteristik wilayahnya masing-masing," pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: