Kepala BNPB: 3 Menit Setelah Gempa Besar Warga Harus Cari Tempat Aman

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
06 Feb 2019   18:15

Komentar
Kepala BNPB: 3 Menit Setelah Gempa Besar Warga Harus Cari Tempat Aman

Kepala BNPB (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Letjen TNI Doni Monardo meminta masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana gempa bumi hingga tsunami untuk segera mencari tempat yang lebih aman jika terjadi gempa dengan magnitudo besar.

Lebih lanjut dikatakan Doni, idealnya tiga menit pascagempa dengan magnitudo besar terjadi, warga harus mencari tempat yang aman untuk berlindung. Hal ini ditekankan Doni agar dampak pada masyarakat yang diakibatkan oleh bencana bisa diminimalisir.

“Saat terjadi gempa besar selama 30 detik, maka tiga menit pertama usai gempa, segeralah mencari tempat aman. Kita imbau masyarakat jangan menunggu hingga sirine berbunyi, segera lari ke tempat tinggi. Dari sekaranglah, kita siapkan segala sesuatunya. Kalau ada pohon besar juga jangan ditebang, karena sewaktu-waktu bisa digunakan,” tegas Doni usai menghadiri Rakor Mitigasi dan Penanggulangan Bencana Gempa dan Tsunami di Padang, Sumatera Barat, Rabu (6/2).

Baca Lainnya : Kembalikan Fungsi Hutan di Sulsel, BNPB Gunakan Konsep Citarum

Diakui Doni, apa yang dihadapi saat ini (gempa dan tsunami), bukanlah perkara tiba-tiba terjadi.

"Semua merupakan tanda-tanda alam. Megathrust Mentawai, diketahui sudah mulai melepaskan energinya. Maka dari itu, seluruh komponen haruslah saling melengkapi, saling bantu membantu. Tidak perlu khawatir secara berlebihan. Tapi harus waspada," tambahnya.

Selain itu, Doni juga mengajak masyarakat belajar dari alam. Menurutnya bencana alam itu dari alam, jika kita siap, peristiwa alam tidak akan menjadi bencana alam.

Baca Lainnya : Antisipasi Ancaman Bencana, BNPB Bentuk Tim Intelijen

“Kita juga harus memperhatikan beberapa hal yang bisa membantu atau mengurangi risiko bencana, seperti infrastruktur, bandara, dan bangunan tepi pantai yang bisa digunakan untuk shelter,” ujar Doni menambahkan.

Pihaknya juga menegaskan, seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Indonesia, harus memperhitungkan benar IMB, sesuai daerah masing-masing. Kota padang contohnya, berdasarkan data yang ada, Padang merupakan daerah dataran rendah. Ketinggian permukaan daratan Kota Padang ini, kurang dari 10 meter.

Jadi jika ada gelombang lebih dari 10 meter, maka bisa menghantam area dengan radius 2,5 kilometer dari bibir pantai.

Baca Lainnya : BNPB: Bencana Hidrometeorologi di Sulsel Renggut 79 Nyawa

“Ini yang harus diperhatikan. Harus ada pemasangan tanda-tanda zona bahaya. Sehingga, masyarakat pun lebih siap. Rute evakuasi, harus diketahui. Mau siang mau malam juga harus kelihatan, apalagi kalau sampai lampu mati pas kejadian. Lakukan simulasi malam hari. Saya yakin, di sini pernah lakukan simulasi malam hari,” lanjutnya.

Khusus untuk kabupaten Kepulauan Mentawai, diakui Doni, BNPB akan memberikan bantuan radio komunikasi berupa telepon satelit kepada camat-camat yang ada, sehingga, komunikasi dapat dioptimalkan. [NN]

 


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: