Musim Hujan, Sukabumi Waspadai Serangan OPT Cegah Gagal Panen

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
06 Feb 2019   14:00

Komentar
Musim Hujan, Sukabumi Waspadai Serangan OPT Cegah Gagal Panen

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota (DKP3) Sukabumi, Jawa Barat mewaspadai serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) padi. Sebagaimana diketahui, saat musim hujan tiba serangan hama dan penyakit berisiko merusak tanaman sehingga potensi kegagalan panen akan lebih besar.

Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi mengungkapkan, saat musim hujan berlangsung petugas akan meningkatkan pemantauan serangan hama pada lahan pertanian. Pemantauan biasanya dilakukan saat mulai ditanami padi sampai dengan dipanen.

Hal ini karena potensi terjadinya serangan hama terhadap tanaman padi meningkat saat musim hujan.

“Hama yang menyerang tanaman padi cukup beragam. Di antaranya hama hawar daun bakteri (HBD), sundep, wereng batang cokelat, kutu kebul, hama blas, dan tikus,” kata Kardina kepada wartawan di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (6/2).

Baca Lainnya : 6,8 Ton Bawang Pembawa Hama Penyakit Asal Pakistan, Dimusnahkan

Lebih lanjut diakuinya, hama yang menyerang tanaman padi bisanya akan muncul setelah daun kelima, atau tanaman padi mulai membentuk anakan. Terutama bersamaan dengan berkembangnya tunas baru sampai dengan fase berbunga.

Pihaknya menambahkan, berdasarkan hasil pemanatauan petugas di lapangan, hama yang paling banyak menyerang adalah jenis hama blas. Namun jenis hama ini masih bisa ditangani dengan baik sehingga tidak meluas dan menyebabkan dampak pada tanaman padi.

“Luasan lahan pertanian di Kota Sukabumi saat ini mencapai sebanyak 1.400 hektare. Dari jumlah tersebut seluas 321 hektar merupakan lahan pangan pertanian berkelanjutan (LP2B),” lanjutnya.

Baca Lainnya : Hama Tikus Serang Panajam, 25 Hektare Sawah Puso

Lahan tersebut diakui Kardina, terdiri dari lahan sawah milik masyarakat dan lahan sawah milik Pemerintah Kota Sukabumi. Lahan LP2B tersebut sangat aman dari alih fungsi lahan karena lokasinya jauh dari jalan raya.

"Seluruh lahan sawah tersebut dipantau dan dijaga secara optimal oleh DKP3 Kota Sukabumi bersama dengan para petani," ujar Kardina.

Pihaknya menargetkan, agar hasil produksi pertaniannya meningkat serta dapat memenuhi dan melampaui target. Terlebih produksi padi di Kota Sukabumi pada 2018 yang lalu melebihi target yang telah ditetapkan.

"Harapannya produksi padi di Kota Sukabumi pada 2019 ini pun dapat meningkat dan melampaui target yang ditetapkan," pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: