Kementan Keluarkan Solusi Terkait Anjloknya Harga Cabai

TrubusNews
Thomas Aquinus
06 Feb 2019   12:00 WIB

Komentar
Kementan Keluarkan Solusi Terkait Anjloknya Harga Cabai

Pedangang sedang memilah cabai (Foto : Dok Kementan)

Trubus.id -- Di tengah tren harga cabai yang terus menurun di tingkat petani dan di beberapa sentra produksi, pemerintah tidak tinggal diam. Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan berupaya melakukan konsolidasi untuk mencari solusi yang cepat, tepat dan bisa dieksekusi agar harga cabai menguntungkan petani.

"Pada tanggal 4 Februari 2019 kami telah mengumpulkan petani cabai andalan yang tergabung dalam champion cabai dari 20 dinas pertanian kabupaten sentra utama, dinas2 pertanian sentra cabai, KTNA, HKTI dan Satgas Pangan," demikian dikemukakan Direktur Jenderal Hortikultura, Kementan, Suwandi di Jakarta, Selasa (5/2).

Menjawab masalah menurunnya harga cabai, Suwandi menjelaskan beberapa alternatif pilihan. Pertama, mendorong sektor hilir, seperti logistik distribusi, substitusi bahan olahan industri dengan cabai lokal, pengembangan industri olahan skala rumah tangga.

Baca Lainnya : Kementan Lakukan Gerakan Gemar Tanam dan Konsumsi Buah-Sayuran Lokal

“Kedua, kita bangun koordinasi dengan pihak asosiasi penerbangan Indonesia untuk subsidi biaya kargo dan mendorong pemerintah daerah tetap menginisiasi pasar lelang cabai," katanya.

Ketiga, membangun sinergitas dengan semua lembaga terkait dan pemangku kepentingan. Sebab untuk menyelesaikan semua masalah tidak bisa sendiri-sendiri, tapi perlu dukungan dari berbagai sektor.

"Bahkan yang terpenting saat ini agar ongkos kargo pesawat untuk mengirim ke luar Jawa lebih murah. Ssaat ini banyak dikeluhkan naiknya biaya angkut pesawat”, terangnya. 

Suwandi menyampaikan agar petani mengikuti 10 jurus stabilisasi pasokan dan harga stabil. Pertama, gunakan benih unggul sehingga produksi dan provitas naik. Kedua, ikuti anjuran manajemen pola tanam, diversifikasi tanam dan tumpang sari dari petani champion. Ketiga, pupuk organik ramah lingkungan dibuat sendiri sehingga efisien biaya keempat, pestisida hayati ramah lingkungan dibuat sendiri. Kelima, terapkan cara pasca panen yang baik. Keenam, hirilisasi olahan pasta, goreng dan lainnya dengan skala rumah tangga dan usaha kecil. 

Baca Lainnya : Kejar Target Ekspor, Kementan Optimis Durian Pandeglang Disukai di Mancanegara

Ketujuh, lanjutnya, membangun kemitraan dengan usaha olahan dan pasar. Kedelapan, membentuk koperasi sehingga terkoordinir, teknologinya seragam dan hasil pasarnya bersama-sama. Kesembilan, membentuk pasar lelang di level farmgate sehingga petani peroleh harga tertinggi, cash and carry dan tercipta one region produk bersama champion; 

"kesepuluh membangun sistem logistik dan coldstorage untuk menyimpan produk dalam jumlah besar untuk memasok antar pulau maupun ekspor," terangnya.

Kementan bersama Pemda dan Penyuluh telah membina petani untuk efisiensi input dengan cara memproduksi sendiri pupuk organik dan pestisida hayati ramah lingkungan, memfasilitasi benih unggul sarana pasca panen sesuai skala prioritas.

“10 jurus tersebut sebagian merupakan solusi jangka pendek dan sebagian solusi jangka menengah dan panjang”, ujar mantan Kapusdatin Kementan ini. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

7 Pesan Jokowi kepada Kabinet Indonesia Maju

Peristiwa   23 Okt 2019 - 17:58 WIB
Bagikan: