Mencairnya Lapisan Es di Himalaya Ancam Kehidupan 2 Miliar Penduduk

TrubusNews
Astri Sofyanti
06 Feb 2019   11:30 WIB

Komentar
Mencairnya Lapisan Es di Himalaya Ancam Kehidupan 2 Miliar Penduduk

Lapisan es di gunung himalaya (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sejak dulu, Gunung Himalaya dilapisi oleh es yang menjulang tinggi. Namun sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan lapisan es tersebut mulai mencair. Hal itu berisiko menyebabkan konsekuensi serius bagi hampir 2 miliar manusia.

Studi tersebut memprediksi lapisan es Himalaya bakal mencair sekitar dua per tiga pada tahun 2100 mendatang. Para ilmuwan mengungkapkan, mencairnya lapisan es akan bertambah cepat jika emisi global tidak berkurang.

Sebagaimana diketahui, lapisan es yang menjulang tinggi di Himalaya juga dijuluki sebagai kutub ke tiga dunia, setelah Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Baca Lainnya : Es di Kutub Utara Mencair, Indonesia Rugi Besar

Berdasarkan Hindu Kush Himalaya (HKH) Assessment, sekalipun target ambisius Perjanjian Paris yang mengamanatkan pembatasan pemanasan global menjadi 1,5 derajat Celsius tercapai, hal itu tak cukup mampu untuk menanggulangi mencairnya gunung es Himalaya. Diperkirakan sepertiga gunung es Himalaya akan hilang sekalipun target terpenuhi.

Gunung es di wilayah HKH merupakan sumber air bagi sekitar 250 juta penduduk di sekitar pegunungan. Tak hanya itu, gunung es di sana juga mengaliri sungai yang dimanfaatkan oleh 1,65 miliar penduduk di berbagai negara.

Es dari HKH mengalir ke 10 sungai paling penting di dunia, termasuk Gangga, Indus, Kuning, Mekong, dan Irrawaddy, baik secara langsung atau tidak, memasok kebutuhan dan menghasilkan pendapatan bagi miliaran orang.

Baca Lainnya : Es di Kutub Utara Mencair, Fakta Mengerikan Ini Muncul

Dampak yang dirasakan manusia dari mencairnya gunung es antara lain adalah polusi udara yang semakin parah hingga membuat cuaca lebih ekstrem. Selain itu, ketersediaan air di sungai menurun yang pada akhirnya berdampak pada pasokan air bersih di perkotaan serta produksi makanan dan energi.

Laporan setebal 650 halaman itu dibuat selama 5 tahun dan diterbitkan oleh Pusat Internasional untuk Pengembangan Gunung Terpadu (ICIMOD) di Nepal. Lebih dari 350 peneliti dan pakar kebijakan, 185 organisasi, 210 penulis, 20 editor, dan 125 pengulas eksternal terlibat dalam pembuatan laporan ini.

"Pemanasan global berada di jalur untuk mengubah puncak gunung yang dingin dan tertutup es, melintasi 8 negara, menjadi bebatuan gundul dalam waktu kurang dari seabad," kata Philippus Wester, dari ICIMOD, dalam pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Rabu (6/2).

"Ini merupakan krisis iklim yang belum pernah Anda dengar sebelumnya," ujarnya, menambahkan. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

BKSDA Riau Lepasliarkan Pesut Jantan di Sungai Kampar

Peristiwa   21 Sep 2020 - 13:58 WIB
Bagikan: