BKSDA Kalteng Buru Buaya Pemangsa Manusia di Sungai Seranggas

TrubusNews
Karmin Winarta | Followers 0
05 Feb 2019   14:00

Komentar
BKSDA Kalteng Buru Buaya Pemangsa Manusia di Sungai Seranggas

Buaya, ilustrasi (Foto : Pixabay)

Konflik buaya dengan manusia terus terjadi. Peristiwa tragis terjadi di Dusun Seranggas, Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kota Waringin, Kalimantan tengah. Laki-laki malang bernama Julhaidir (41) ini diserang buaya saat mandi di kali.

Akibat serangan itu, tangan kiri laki-laki berusia 41 tahun ini putus. Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat (1/2), sekitar pukul 18.30 WIB,

Karena itu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah kini memasang perangkap untuk menangkap buaya pemangsa manusia di tempat kejadian yakni Sungai Seranggas. 

Baca Lainnya: Mandi di Sungai Mentaya, Lengan Juhaidir Putus Digigit Buaya

"Sampai saat ini belum ada hasil. Rencananya alat pancing dan perangkap buaya itu akan dipasang selama satu minggu," kata Komandan Pos Jaga BKSDA Sampit Kotawaringin Timur Muriansyah di Sampit, Selasa (5/2).

Ia menjelaskan konflik antara buaya dengan manusia kembali terjadi. Aktivitas buaya di sungai tersebut makin meningkat dan dirasakan membahayakan keselamatan warga.

Peristiwa mengerikan yang terjadi pada Julhaidir bisa saja berulang jika BKSDA Sampit tak melakukan pencegahan. 

Baca Lainnya: Ayah Pemberani Ini Gigit Kaki Buaya Liar untuk Selamatkan Jiwa Anaknya

Julhaidir yang saat itu  mandi di sungai, tiba-tiba diseret buaya ganas ke tengah sungai. Tanpa ampun, buaya ini langsung melahap tangan laki-laki ini sampai putus. Dengan sekuat tenaga Julhaidir berenang ke tepi sungai dan berteriak minta tolong kepada warga.

Tim BKSDA dari Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat segera mengatur strategi untuk menangkap buaya ganas ini. Mereka membawa perangkap buaya yang terbuat dari besi berbentuk sangkar berukuran besar. Perangkap lalu dipasang tidak jauh dari lokasi serangan buaya. Tim juga memasang pancing buaya dengan umpan seekor bebek untuk menarik buaya pemangsa itu muncul.

Sebelumnya serangan buaya juga terjadi di anak Sungai Remiling Kecamatan Seranau beberapa waktu lalu itu, Tim BKSDA juga mencoba menangkap buaya dengan cara memancing menggunakan umpan bebek. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil.

Aktivitas buaya yang mengganas ini diduga karena kelaparan karena sumber makanan di habitat mereka makin sulit didapat. 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: