Usai Bencana Gempa Lombok, Kunjungan Turis Asing ke NTB Masih Minim

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
04 Feb 2019   11:00

Komentar
Usai Bencana Gempa Lombok, Kunjungan Turis Asing ke NTB Masih Minim

Warga korban gempa Lombok (Foto : Trubus.id / Thomas Aquinus Krisnaldi)

Trubus.id -- Gempa yang mengguncang Pulau Lombok dan sekitarnya di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Agustus 2018 lalu mengakibatkan jumlah kunjungan turis asing ke NTB masih minim.

Warga Senaru di kaki Gunung Rinjani, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Hamzah mengungkapkan, wisatawan mancanegara masih sepi. Menurutnya telah terjadi penurunan wisatawan yang signifikan usai gempa yang mengguncang Pulau Lombok.

"Saat ini wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Senaru sangat minim," ujarnya, Minggu (3/2) malam.

Baca Lainnya : Dinyatakan Aman, Ribuan Wisatawan Langsung Serbu 3 Gili di Lombok

Selain gempa, dirinya mengatakan, berkurangnya wisatawan juga terjadi karena ditutupnya pendakian menuju Gunung Rinjani, Lombok Timur.

Penutupan jalur pendakian ini untuk mengantisipasi terjadinya longsor akibat musim hujan.

"Sehingga pengunjung semakin menurun drastis," lanjutnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar pemerintah bisa membantu mendatangkan kembali wisatawan mancanegara agar menaikkan kembali pendapatan mereka.

Baca Lainnya : Pascagempa Lombok, Produksi Bawang Putih di Sembalun Kembali Menggeliat

Sementara itu, pemilik penginapan di Senaru, Sumardi mengatakan, penurunan wisatawan mancanegara berdampak pula pada jasa penginapan. Saat ini sebagian besar penginapan benar-benar sepi.

"Biasanya banyak turis dari Eropa, akan tetapi yang tersisa tinggal turis China, itupun hanya satu dua yang datang," jelas Sumardi.

Dirinya berharap banyak kepada pemerintah untuk mempublikasikan kembali pariwisata di Senaru, sehingga kondisinya akan kembali seperti semula. [NN]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Jumlah Komodo di TNK Tinggal 2.800 Ekor

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan: