Pola Tanam menjadi Kendala, Jokowi Akui Pentingnya Penyuluh Pertanian

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
04 Feb 2019   10:30

Komentar
Pola Tanam menjadi Kendala, Jokowi Akui Pentingnya Penyuluh Pertanian

Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan ribuan penyuluh pertanian (Foto : Dok Sekretariat Kabinet)

Trubus.id --  Presiden Joko Widodo  (Jokowi) mengatakan, keberadaan para penyuluh pertanian sangat penting dalam membantu para petani meningkatkan hasil. Sebagai contoh, dalam kurun waktu 2014 hingga 2018  produktivitas komoditas jagung meningkat yang ditandai dengan penurunan angka impor jagung dari 3,6 juta ton menjadi hanya 180 ribu ton saja.

"Saya lihat angkanya (2014) 3,6 juta ton. Tahun kemarin impor jagung kita 180.000 ton. Artinya kita sudah mengurangi hampir 3,4 juta ton impor jagung dari luar negeri. Itu keberhasilan bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian dalam memperbaiki produksi," ujar Presiden Joko Widodo saat bersilaturahmi dengan ribuan penyuluh pertanian yang berkumpul di GOR Jatidiri, Karangrejo, Kota Semarang, pada Minggu, (3/2).

Tetapi, Kepala Negara mengatakan bahwa pemerintah dan seluruh elemen terkait lainnya masih memiliki banyak pekerjaan di bidang pertanian. Persoalan pola tanam merupakan salah satu hal yang harus diberikan perhatian lebih.

Baca Lainnya : Jokowi Inginkan Tata Kelola Pasokan dan Permintaan Produk Pertanian Lebih Baik

"Produksi melimpah tapi tidak diatur tata waktunya yang terjadi adalah harga yang anjlok. Hati-hati. Pengaturan-pengaturan seperti itu perlu dilakukan," kata Presiden.

Persoalan seperti itu misalnya terjadi pada komoditas cabai yang beberapa kali mengalami suplai berlebihan. Akibatnya, harga cabai beranjak naik.

"Komunikasi di antara kita di seluruh Tanah Air ini perlu. Jangan sampai produksi melimpah harga jatuh sehingga petani dirugikan," tuturnya.

Baca Lainnya : Kalimantan Selatan Panen Jagung, Petani Puas Harga Bagus

Salah satu solusi yang saat ini sedang dikerjakan pemerintah ialah mendorong industri pertanian untuk melakukan hilirisasi produk-produk pertanian. Melalui hilirisasi, para pelaku agrobisnis akan mendapatkan nilai tambah dan jaminan pasar yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan para petani itu sendiri.

"Hilirisasi produk-produk pertanian ini memang harus dan inilah yang sedang kita siapkan," ucap Kepala Negara.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. [NN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: