Balai Besar TNBTS Jelaskan Fenomena Banjir di Gunung Bromo

TrubusNews
Thomas Aquinus
03 Feb 2019   22:00 WIB

Komentar
Balai Besar TNBTS Jelaskan Fenomena Banjir di Gunung Bromo

Banjr di gunung Bromo (Foto : Youtube)

Trubus.id -- Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meminta kepada semua wisatawan agar waspada, berhati – hati jika melintasi kawasan Lautan Pasir Gunung Bromo, di Probolinggo Jawa Timur (Jatim). Hal tersebut karena kawasan itu sangat rentan tergenang air alias banjir jika terjadi hujan lebat.

Seperti video yang viral baru – baru ini. Genangan air hujan di kawasan itu mengalir deras membentuk sungai. Sedangkan di sekitarnya terdapat wisatawan dengan mobil jeep yang digunakannya berwisata. Kejadian banjir itu menjadi perbincangan di media sosial (medsos).

“Mengantisipasi cuaca ekstrim diprediksi terus berlanjut di kawasan TNBTS, kami menghimbau agar wisatawan, masyarakat yang berwisata melewati laut pasir untuk waspada, berhati-hati. Lebih baik, tidak melewati Laut Pasir pada musim hujan untuk menghindari terjabak situasi banjir,” ujar Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat dalam keterangan tertulis.

Baca Lainnya : Jonan Instruksikan Pos Pemantau Gunung Bromo Dipindah, Kenapa?

Himbauan juga berlkau bagi bagi kendaraan roda dua maupun empat yang melintas Lautan Pasir, diminta agar melewati jalur yang sudah tersedia. Kendaraan diminta untuk tidak mendekat ke lokasi yang menjadi celah air untuk mengalir jika terjadi hujan lebat. Hal ini perlu diwaspadai untuk menghindar hal-hal yang tidak diinginkan.

“Bagi kendaraan agar melewati jalur aman yang sudah tersedia dan tidak membuat jalur-jalur baru serta memiliki informasi yang cukup mengenai kondisi pada saat berkunjung di kawasan wisata Bromo dan sekitarnya,” katanya.

Pengelola TNBTS telah menyiagakan personel keamanannya untuk mengantisipasi kejadian banjir tersebut. Sedangkan bagi pengunjung yang terlanjur berada di Lautan Pasir saat genangan air terjadi diminta untuk tetap tenang dan waspada.

“Bagi wisatawan atau pengunjung yang kebetulan melewati atau berada pada lokasi Laut Pasir akan menyulitkan untuk melakukan mobilisasi karena terhambat oleh aliran air sehingga faktor ketenangan dan kewaspadaan terhadap apa yang terjadi menjadi kunci atau faktor penting dalam menyikapi fenomena banjir di Laut Pasir tersebut,” terangnya.

Baca Lainnya : Sesuai Permen LHK, Pemulihan Savana Gunung Bromo Dilakukan Secara Alami

Lautan Pasir Gunung Bromo merupakan lembah yang dikelilingi oleh beberapa pegunungan. Yakni Pegunungan Tengger, Bromo, Batok, Widodaren, Watangan dan Keciri. Letak geografis seperti ini membuat Lautan Pasir jadi tempat limpahan air dari pegunungan di sekitarnya ketika terjadi hujan lebat.

“Dengan kondisi geografis ini apabila terjadi musim hujan dengan intensitas yang cukup tinggi kawasan wisata Bromo Laut Pasir dan sekitarnya akan menjadi lokasi limpahan air dari pegunungan yang ada di sekitarnya dan ini hanya fenomena biasa saja,” tambahnya.

Namun, pasir memiliki porositas atau kemampuan menyerap air yang tinggi. Sehingga genangan air yang ada di atasnya cepat meresap. Selain itu, pasir memiliki struktur kepadatan yang lembek. Hal ini menyebabkan genangan air mudah membuat celah untuk mengalir dan alirannya akan membentuk sungai.

“Air yang mengalir dalam jumlah besar akan membentuk aliran sungai seperti yang sekarang viral terjadi. Akan tetapi karena sifat dan struktur pasir itu lah yang justru menyebabkan aliran air dalam jumlah besar tersebut tidak berlangsung lama. Air akan segera surut dan kondisi akan normal seperti biasanya,” katanya.

Baca Lainnya : Gunung Bromo Terbakar, Habitat Macan dan Elang Jawa Terancam

Sementara itu, aliran air hujan yang membentuk sungai itu akan bermuara di Blok Mendongan, sebelah barat Lautan Pasir. Selanjutnya air itu akan meresap dan menjadi cadangan air untuk kawasan di bawahnya. Seperti cadangan air untuk beberapa sumber di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

“Perlu kami sampaikan bahwa aliran sungai tersebut bermuara di Blok Mendongan sebelah barat Laut Pasir atau timur laut Blok Watu Kuto yang selanjutnya akan muncul sumber mata air di Desa Ngadirejo, Sapi Kerep, Wonokerto, Ngadas, Sukapura, bahkan sampai dengan pemandian Banyu Biru dan Umbulan di Kabupaten Pasuruan yang berada di Kaki Kawasan Bromo Tengger Semeru,” pungkasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Presiden Jokowi Siapkan Labuan Bajo untuk Pertemuan G20

Peristiwa   20 Jan 2020 - 17:21 WIB
Bagikan:          
Bagikan: