Yogyakarta Kembali Gelar Vaksinasi Gratis Bagi Hewan Peliharaan

TrubusNews
Thomas Aquinus
03 Feb 2019   19:30 WIB

Komentar
Yogyakarta Kembali Gelar Vaksinasi Gratis Bagi Hewan Peliharaan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta kembali menggelar vaksinasi rabies gratis untuk anjing, kucing dan kera milik warga setempat pada 2019, yang diselenggarakan dua kali.

"Kami agendakan pada April dan Juli 2019. Pelaksanaannya tersebar di tiap kelurahan," ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto, di Yogyakarta, Minggu (3/2).

Menurutnya, meskipun Kota Yogyakarta sudah dinyatakan sebagai daerah bebas rabies namun, kegiatan vaksinasi rabies secara gratis tetap harus dilakukan sebagai tindakan pencegahan agar penyakit tersebut tidak kembali muncul.

Pada penyelenggaraan 2018, dikatakan Sugeng, antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan jumlah anjing, kucing dan kera yang mendapat vaksinasi gratis melebihi target yang ditetapkan.

Baca Lainnya : Kementan Atasi Penyakit Rabies di 35 Desa di Dompu

"Kami pada 2019 menargetkan ada sekitar 2.000 hewan yang mendapat vaksinasi rabies gratis. Pada 2018, banyak warga yang membawa kucing-kucing liar untuk mendapatkan vaksinasi rabies gratis," ujarnya.

Pada 2017, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta mencatat terdapat 1.155 anjing dan 640 kucing yang mendapat vaksin rabies.

Sedangkan, pada 2018 tercatat sebanyak 610 anjing, 1.258 kucing dan 12 kera yang mendapat vaksin rabies. 

Sugeng mengungkapkan, tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan vaksinasi rabies gratis juga disebabkan biaya vaksin di dokter atau klinik hewan cukup mahal yaitu bisa mencapai Rp100.000 untuk satu kali suntikan.

Baca Lainnya : Kementan Kerjasama Lintas Sektor Cegah Rabies di Dompu Meluas

"Pemberian vaksin sebaiknya diulang setiap tahun. Oleh karenanya, pada 2019 kami pun kembali menyelenggarakan kegiatan vaksinasi rabies gratis. Vaksin yang digunakan pun berkualitas baik," ujarnya.

Sementara itu, pada 2018 telah terjadi 19 kasus gigitan anjing ke manusia atau lebih tinggi dibanding 2017 sebanyak enam kasus. Namun tidak ditemukan penularan rabies di Kota Yogyakarta.

"Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta untuk menangani kasus gigitan anjing. Dinas Kesehatan menangani warga yang menjadi korban gigitan anjing dan kami menangani hewannya," kata Sugeng.

Baca Lainnya : Kementan Targetkan 2019 Bali Bebas Rabies

Hewan yang terindikasi menderita rabies biasanya menunjukkan berbagai gejala seperti perilakunya menjadi lebih agresif dan menggigit.

Manusia yang tertular rabies pun memiliki risiko kematian. Gejala yang ditunjukkan seperti demam tinggi, agresif, air liur menjadi banyak dan takut air.

"Jika ditemukan ada hewan yang menderita rabies, maka akan kami karantina dan diberi vaksin. Namun, jika kondisinya sudah sangat parah, biasanya akan dimusnahkan untuk mengurangi risiko penularan ke manusia," pungkasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: