Perpaduan 2 Budaya Betawi dan China Rayakan Imlek di Pasar Kaget Ikan Bandeng

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
03 Feb 2019   12:00

Komentar
Perpaduan 2 Budaya Betawi dan China Rayakan Imlek di Pasar Kaget Ikan Bandeng

Ilustrasi pasar ikan bandeng (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Menjelang hari raya Imlek, pasar kaget ikan bandeng meramaikan Jalan Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Salah satu penjual ikan bandeng, Rojali (35) mengatakan, pasar kaget ikan bandeng sudah menjadi rutinitas para pedagang menjelang Imlek.

"Sudah jadi kebiasaan puluhan tahun lalu pedagang bandeng kumpul di Rawa Belong sampai malam Imlek," katanya.

Dikatakan Rojali, selain etnis China yang merayakan Imlek dengan ikan bandeng, etnis Betawi khususnya yang tinggal di Rawa Belong juga ikut merayakannya dengan menikmati ikan bandeng.

Menurutnya, ukuran ikan bandeng yang dijualnya sangat beragam. Bahkan, bandeng paling besar yang dijualnya seberat 12 kilogram.

Baca Lainnya : Jelang Imlek, Permintaan Kue Keranjang di Sukabumi Lesu

"Ini bandeng tambak dari Muara Karang dan memang ikannya besar-besar, karena khusus dijual buat Imlek," ujarnya.

Harga pasaran untuk Imlek tahun ini dikatakan Rojali tergantung beratnya. Saat ini harga ikan bandeng sekitar Rp60 ribu perkilogram, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp45 ribu per kilogram.

Jika dihitung dengan harga tersebut, maka ikan bandeng terbesar saat ini bisa mencapai Rp720 ribu.

Rojali mengungkapkan, para konsumennya yang mayoritas etnis Betawi juga merayakan Imlek dengan membeli ikan bandeng untuk diberikan kepada mertuanya. Menurut kepercayaan orang Betawi, jika tidak memberi bandeng kepada mertua, akan menyebabkan keretakan rumah tangga.

"Sudah turun temurun tiap Imlek itu orang Betawi setahun sekali makan bandeng bareng keluarga besar. Biasanya dibikin pindang dan dikasih petai," katanya.

Baca Lainnya : Jelang Imlek, Pengrajin Hio di Medan Kebanjiran Pesanan

Sementara itu Yunus Haddinotto, budayawan etnis China pengasuh Vihara Buddha Sasana, mengungkapkan bahwa tradisi makan ikan bandeng oleh orang Betawi saat Imlek merupakan bagian dari akulturasi budaya yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

"Budaya China dan Indonesia tidak jauh berbeda, karena keturunannya yang sudah tinggal di sini selama berabad-abad dan tradisi yang telah bercampur dengan sempurna," terangnya.

Bahkan dikatakannya cara menikmati ikan bandeng di kalangan etnis China maupun Betawi sangat mirip.

"Bagi etnis China di Indonesia maupun di negara asalnya, ikan itu lambang kehidupan yang makmur sejahtera sepanjang masa. Makannya pun tidak sendiri, tapi bersama keluarga di malam tahun baru, cara masaknya juga sama, di pindang dengan kecap dan kuah," ujarnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: