Budidaya Belut di Air Jernih, Kini Bukan Hal yang Mustahil Lagi

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
02 Feb 2019   18:00

Komentar
Budidaya Belut di Air Jernih, Kini Bukan Hal yang Mustahil Lagi

Hasil panen belut yang dibesarkan di air bersih tidak berbau lumpur. (Foto : Trubus.id/ Hadi Nugroho)

Trubus.id -- Peluang dan prospek budidaya belut saat ini masih cukup menjanjikan. Pasalnya hingga sekarang, permintaan belut untuk pasar luar negeri, masih sangat tinggi. Untuk pasar lokal sendiri, belut sudah mulai diminati.

Daging belut yang terkenal karena memiliki protein tinggi diminati banyak kalangan. Namun sayangnya, terkadang bau lumpur yang melekat pada daging belut membuat orang enggan mengonsumsinya.

Karena itulah, M Fajar Junairiyata (53) melakukan inovasi membesarkan belut di air jernih. Di desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Sentul Selatan, Kabupaten Bogor, ia memproduksi belut yang tidak berbau lumpur dengan inovasinya tersebut.

"Kalo pasar local saya rasa masih sangat bagus sekali terbukti harga terus melambung sampai harga Rp70 ribu-Rp80 ribu er kilogram di daerah Bogor sini.
Kenapa harga semakin tinggi karna pasokan dan permintaan itu tidak imbang," terang Fajar pada Trubus.id belum lama ini.

Sejak tahun 2009, Fajar mengembangkan teknik pembesaran belut dengan media air jernih. Hasilnya cukup mencengangkan. Belut yang ia produksi, ternyata tidak bau lumpur. 

"Sejak tahun 2009 kita sudah lakukan uji coba dan samapai sekrang tingkat keberhasilanya juga cukup tinggi membudidyakan belut itu di media air bening tanpa lumpur, jadi betul-betul bening pure seperti akuarium," terangnya lagi.

Melalui pembesaran di air jernih, belut yang dihasilkan pun terbebas dari lumpur. Daging belut yang seperti ini yang memiliki nilai jual tinggi. Walhasil, dengan hasil produksi yang lebih berkualitas ini, pada tahun 2010 sampai 2011, Fajar bisa mengekspor belutnya ke Jepang, Korea dan Taiwan. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


nanang ibnu 01 Mar 2019 - 13:14

Berminat pingin belajar budidaya belut,bisa minta sosial media atau apa lah dari sumber nya langsung

Artikel Terkait

Bagikan: