Cuaca Dingin Akibat Polar Vortex Bunuh 21 Orang di AS, Tunawisma Terancam 

TrubusNews
Binsar Marulitua
02 Feb 2019   07:00 WIB

Komentar
Cuaca Dingin Akibat Polar Vortex Bunuh 21 Orang di AS, Tunawisma Terancam 

Amerika tengah dilanda cuaca dingin ekstrem akibat Polar Vortex. (Foto : Skynews)

Trubus.id -- Suhu dingin ekstrem yang melanda Amerika Serikat (AS) telah menewaskan setidaknya 21 0rang. Bahkan, suhu titik terendah di Midwest yang mencapai minus 49 derajat celcius pada hari Jumat (1/2), adalah yang paling dingin selama 20 tahun terakhir. 

Instansi Penanganan Meteorologi dan Geofisika setempat mencatat, pada hari Sabtu (2/2), suhu tertinggi akan berada pada kisaran -34 derajat dan bahkan -40 derajat, sedangkan pusat dataran Plains akan berada di suhu terendah -51 derajat, hampir -28,8 hingga -31,6 derajat di ambang normal.

Sebelumnya, pemerintah setempat di beberapa negara bagian melaporkan kematian 12 orang. Rumah Sakit John H. Stroger Jr, Stathir Poulakidas mengonfirmasi 9 di antaranya dari Chicago. 

Baca Lainnya : Di Tengah Lingkaran Arktik yang Menghangat, Chicago Jadi Tempat Paling Dingin

Di antara mereka yang diyakini telah meninggal karena kedinginan salah satunya adalah mahasiswa Universitas Iowa, Gerard Belz. Tubuh pemuda berusia 18 tahun itu ditemukan kaku di kampus pada Rabu pagi hanya beberapa langkah dari asramanya, menurut pejabat universitas. Dia akhirnya dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit.

Cuaca dingin ekstrem yang dipicu fenomena polar vortex, yakni ketika pusaran angin dingin Kutub Utara turun ke wilayah AS, dikhawatirkan mengancam nyawa para tunawisma dan orang tua yang rentan terhadap dingin, bahkan berpotensi radang dingin hingga kematian.

Polisi mengatakan kepada sebuah stasiun televisi lokal bahwa mereka percaya bahwa hawa dingin berperan dalam kematiannya. Angin dingin pada saat petugas menemukan Belz adalah minus 46 derajat celsius, menurut catatan Badan Meteorologi AS. Cuaca ekstrem disebabkan oleh massa udara dingin yang dikenal sebagai pusaran kutub yang berhembus ke selatan menuju AS dari posisinya di Kutub Utara.

Koroner wilayah Lorain, Stephen Evans mengatakan, para tunawisma dan orang-orang terlantar sangat berisiko, dengan Chicago dan kota-kota lain mendirikan tempat perlindungan yang hangat. Tetapi banyak yang melakukannya di kamp atau bangunan kosong.

Baca Lainnya : Untuk Pertama Kalinya, Air Terjun Niagara Membeku Karena Cuaca Ekstrem

Seorang perempuan berusia 60 tahun ditemukan tewas di sebuah rumah yang ditinggalkan di Lorain, Ohio, diyakini telah meninggal karena hipotermi. Di Detroit, General Motors Co menghentikan operasi di 11 pabrik Michigan untuk mengurangi konsumsi gas alam. Fiat Chrysler Automobiles NV membatalkan shift pada hari Kamis di dua pabriknya.

Salju dan es menciptakan kondisi jalan yang berbahaya, dengan 26 tabrakan jalan dilaporkan dalam waktu dua jam pada hari Kamis di Johnson County, Iowa timur, kepala pusat komunikasi darurat Tom Jones mengatakan kepada Iowa City Press-Citizen.

Untuk hari kedua berturut-turut, kondisi dingin dan berangin yang intens memaksa maskapai penerbangan AS membatalkan lebih dari 2.000 penerbangan. Chicago paling terpukul, dengan Bandara Internasional O'Hare mengalami lebih dari 700 pembatalan, menurut situs pelacakan FlightAware. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: