Waspada, Leptospirosis Berpotensi Merebak saat Genangan Banjir

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
01 Feb 2019   13:00

Komentar
Waspada, Leptospirosis Berpotensi Merebak saat Genangan Banjir

Leptospirosis potensi merebak saat banjir (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengimbau masyarakat Provinsi Jawa Tengah untuk  mewaspadai penyakit leptospirosis, terutama saat musim hujan di wilayah-wilayah yang tergenang banjir.

"Masyarakat yang daerahnya dilanda banjir dan pascabanjir harus mewaspadai penyakit berbahaya," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo di Semarang. 

Ia menjelaskan, penyakit leptospirosis rentan menyerang manusia melalui paparan air atau tanah yang telah terkontaminasi urine tikus pembawa bakteri leptospira terutama di daerah terdampak banjir.

Selain itu, penyakit leptospirosis merupakan salah satu penyakit yang bisa mengakibatkan kematian bagi penderitanya.

Baca Lainnya : Banjir Parah di Jakarta Bisa Terjadi Awal Bulan Ini Jika 4 Prasyarat Ini Terpenuhi

Terkait dengan hal tersebut, Dinkes Jateng memberikan perhatian kepada masyarakat yang tinggal di daerah banjir ataupun menjadi korban banjir.

"Mencegah leptospirosis bisa dengan cara memakai alat pelindung diri yaitu memakai sepatu karet atau kaos tangan dengan karet itu kalau masuk dalam air atau tempat-tempat becek. Ini yang saya minta perhatian masyarakat hati-hati selain demam berdarah tapi juga leptospirosis perlu menjadi perhatian kita," ujarnya.

Ia menyebutkan jumlah kasus penyakit leptospirosis di Jateng pada 2017 mencapai 409 kasus, sedangkan pada 2018 menurun menjadi 296 kasus.

Baca Lainnya : Banjir Luapan Sungai Daintree Australia, Giring Kawanan Sapi ke Mulut Buaya

"Kendati menurun, kami tetap mengimbau masyarakat mewaspadai leptospirosis dan penyakit-penyakit lain seperti diare serta gatal-gatal," katanya.

Yang lebih penting, kata Yulianto, masyarakat termasuk korban banjir harus selalu menerapkan perilaku hidup sehat dimanapun berada.

"Kalau banjir itu hubungannya ada beberapa penyakit, terutama diare, leptopirosis dan penyakit kulit karena banjir itu merusak sanitasi, entah itu ketersediaan air bersih atau masalah buang air besar (BAB). Kalau banjir itukan jamban tidak bisa digunakan, dan akhirnya BAB sembarangan sehingga virus dan bakteri itu bisa berkembang," ujarnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: