Penutupan TN Komodo, Upaya Konservasi dan Dampaknya pada Sektor Pariwisata

TrubusNews
Syahroni
01 Feb 2019   08:01 WIB

Komentar
Penutupan TN Komodo, Upaya Konservasi dan Dampaknya pada Sektor Pariwisata

Rencana penutupan TN Komodo tuai penolakan dari pelaku usaha pariwisata. (Foto : Istimewa)

Maraknya perburuan rusa dari TN Komodo menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan Pemprov NTT sampai berencana untuk menutup kawasan TN Komodo selama 1 tahun untuk meningkatkan jumlah populasi komodo dan rusa, yang menjadi makanan utama hewan langka tersebut.

"Pemerintah NTT akan melakukan penataan terhadap kawasan Taman Nasional Komodo agar menjadi lebih baik, sehingga habitat komodo menjadi lebih berkembang. Kami akan menutup Taman Nasional Komodo selama satu tahun," kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat belum lama ini.

Dia mengatakan kondisi habitat komodo di Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores, itu sudah semakin berkurang serta kondisi tubuh komodo yang kecil sebagai dampak berkurangnya rusa yang menjadi makanan utama komodo.

"Kondisi tubuh komodo tidak sebesar dulu lagi, karena populasi rusa sebagai makanan utama komodo terus berkurang karena maraknya pencurian rusa di kawasan itu," tegas Viktor. Dia khawatir, apabila rusa semakin berkurang, tidak tertutup kemungkinan komodo akan saling memangsa untuk mempertahankan hidup.

Selain meningkatkan populasi, dijelaskan Viktor, penutupan taman nasional juga dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menata kawasan wisata itu.

Sektor Pariwisata dan Rencana Penutupan TNK

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan:          

Italia Umumkan Kasus Kematian Kedua Akibat Covid19

Peristiwa   22 Feb 2020 - 18:36 WIB
Bagikan: