Evakuasi Lumba-lumba di Sungai Kualuh Terhalang Habitat Buaya

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
01 Feb 2019   06:00

Komentar
Evakuasi Lumba-lumba di Sungai Kualuh Terhalang Habitat Buaya

Lumba-lumba tersesat di Sungai Kualuh (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Tim Jaringan Animal Aid Network (JAAN) bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) hingga saat ini terus berupaya mengevakuasi seekor lumba-lumba yang diduga tersesat di Sungai Kualuh, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara. Namun, ternyata evakuasi terhambat karena situasi alam.

"Arus sungai cukup deras. Dan ternyata di sini adalah habitat buaya. Sehingga, itu yang jadi kendala kita. Dalam proses evakuasi kita juga harus memikirkan keselamatan," ujar Amang, Staff JAAN, Kamis (31/1) petang.

Dari hasil pengamatan sementara, lumba-lumba saat ini dalam keadaan normal. Hanya saja, diketahui ada luka di bagian tubuhnya. Itu juga yang menjadi kekhawatiran mereka.

Baca Lainnya : Telat Evakuasi, Lumba-lumba yang Tersesat di Sungai Akhirnya Mati

Upaya yang dilakukan tim gabungan saat ini baru sampai pada melakukan evaluasi dan pengawasan. Direncanakan, lumba-lumba jantan yang diperkirakan berusia 12-15 tahun itu, akan digiring ke wilayah dangkal.

"Nanti akan kita bawa ke laut melalui jalur darat," katanya.

Evakuasi dengan jalur darat harus dilakukan mengingat jalur sungai akan memakan jarak 100 Kilometer. Sedangkan jalur darat, hanya memakan waktu tiga jam.

Dikatakan Amang, lumba-lumba jenis ini memang hidupnya di kawasan pesisir. Mamalia cerdas ini juga sering masuk ke perairan tawar dan payau.

"Namun biasanya, mereka tidak masuk ke sungai terlalu jauh," katanya.

Baca Lainnya : Tim Ahli Diterjunkan untuk Evakuasi 2 Lumba-Lumba di Sungai Kualuh

Dugaan sementara, lumba-lumba tersebut tersesat karena sang induk yang mati memiliki luka di dekat lubang pernafasan.

"Di situ letak syaraf dan navigasinya. Jadi mungkin dia menabrak, sehingga diduga gegar otak," katanya.

Sebelumnya, salah satu lumba-lumba yang mati berjenis kelamin betina dan diperkirakan usianya berkisar 15 tahun. BBKSDA Sumut juga mengakui belum bisa memastikan penyebab kematian induk lumba-lumba.

Baca Lainnya : Aktivis Pecinta Hewan Tuntut Pentas Lumba-lumba di Kota Pekanbaru Dihentikan

"Ada luka di bagian punggung. Kalau diganggu manusia, tidak mungkin. Tapi mungkin karena memaksa berenang, sehingga kita duga menabrak," kata Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi.

Upaya lain yang akan dilakukannya yaitu pihaknya berencana mendatangkan tim dari Taman Safari untuk membantu pengobatan lumba-lumba yang masih hidup. "Mudah-mudahan, ini bisa terselamatkan," ujarnya. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: