98 Persen Bencana Hingga 31 Januari 2019 Akibat Bencana Hidrometeorologi

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
31 Jan 2019   17:30

Komentar
98 Persen Bencana Hingga 31 Januari 2019 Akibat Bencana Hidrometeorologi

Kapusdatin dan humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Musim hujan dan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, gelombang tinggi hingga puting beliung memang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Selama musim hujan berlangsung, bencana hidrometeorologi pun masih bisa terjadi kapan dan di mana saja.

Untuk itu, selama musim penghujan yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari 2019 ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berupaya melakukan berbagai macam upaya untuk mengantisipasinya.

Kepala Pusat Data Informasi (Pusdatin) dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho memaparkan, hingga 31 Januari 2019, BNPB mencatat ada 366 kejadian bencana yang menyebabkan 94 orang meninggal dan hilang. Tak hanya itu, 149 orang juga dilaporkan terluka dan 88.613 lainnya terpaksa mengungsi karena hunian mereka terdampak.

Baca Lainnya : Puncak Musim Penghujan Mundur, Waspada Bencana Harus Diulur

Sutopo menambahkan, akibat rangkaian peristiwa itu, tercatat ada 4.013 unit rumah rusak dengan rincian 785 rusak berat, 570 rusak sedang, dan 2.658 rusak ringan. Tak hanya rumah, 146 fasilitas umum juga dilaporkan mengalami hal serupa. Sutopo menambahkan, 98 persen dari total bencana yang terjadi hingga 31 Januari itu diakibatkan bencana hidrometeorologi.

"Yang paling banyak puting beliung 198 kejadian, banjir 84 kejadian, dan longsor 76 kejadian," terang Sutopo saat ditemui Trubus.id di Graha BNPB, di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (31/1).

Lebih lanjut Sutopo menjelaskan, bencana yang menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan adalah bencana banjir dan tanah longsor di Sulawesi Selatan. Meski telah dilakukan antisipasi, tapi bencana hidrometeorologi masih mengancam keselamatan masyarakat karena setiap kali terjadi, jumlah korban terdampak masih juga tinggi.

Baca Lainnya : Musim Hujan Tiba, Bencana Hidrometeorologi Ancam Indonesia

"Kalau kita bandingkan dengan prediksi yang sama, bencana pada Januari 2019 naik sebesar 57,1 persen dari Januari 2018 lalu. Kalau kita lihat karena jumlah kejadiannya lebih banyak," terang Sutopo.

Sementara itu ia juga menjelaskan, jika dilihat dari peta, 366 kejadian bencana yang terjadi hingga 31 Januari 2019 itu hampir terjadi di berbagai wilayah di Indonesia kecuali Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Di wilayah tersebut BNPB mengaku tidak menerima laporan adanya kejadian bencana sama sekali.

"Paling banyak bencana terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Mengapa paling banyak? Karena jumlah penduduknya paling banyak," pungkasnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: