Kasus DBD Meningkat, Gubernur DKI Lantik Seluruh Masyarakat Jadi Jumantik

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
30 Jan 2019   19:00

Komentar
Kasus DBD Meningkat, Gubernur DKI Lantik Seluruh Masyarakat Jadi Jumantik

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sepanjang Januari 2019, angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus meningkat di berbagai wilayah. Di Jakarta, hal serupa pun terjadi. Menurut laporan yang diterima Gubernur dari Dinas Kesehatan DKI, sudah 662 orang warga Jakarta yang terjangkit virus DBD.

"Data dari Dinas Kesehatan per tanggal 28 Januari itu jumlah kasusnya sudah 662, ini angkanya yang sangat tinggi dibandingkan tahun lalu ataupun dua tahun belakangan," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (30/1).

Lebih lanjut Anies mengatakan, seluruh lapisan masyarakat DKI Jakarta harus bekerjasama untuk menekan kasus BDB ini. Untuk itu pihaknya berharap masyarakat ikut membantu mengurangi penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Salah satu caranya adalah dengan menjadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di rumah dan sekitar tempat tinggalnya masing-masing.

Baca Lainnya : Meski Korban Terus Bertambah, Kemenkes Tegaskan Penyakit DBD Belum KLB

"Kami berharap masyarakat menjadi Jumantik di rumahnya, dia terbang dari satu tempat ke tempat lainnya, karena itu pantau di setiap rumah kita sendiri," lanjut Anies.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti juga turut mengajak masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dengan cara menutup tempat penampungan air bersih, menguras dan menyikat tempat penampungan air bersih, mendaur ulang serta memusnahkan barang-barang bekas.

"Kemudian secara biologi juga kita kembangakan penaburan ikan pemakan jentik, kemudian penanaman tanaman yang tidak disukai nyamuk," terang Widyastuti.

Diakui Widyastusi jika msyarakat mau melakukan langkah-langkah tersebut dan masih ada yang terjangkit DBD, cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pengasapan.

"Cara terakhir yang harus dilakukan yakni dengan pengasapan (fogging)," tambahnya.

Baca Lainnya : 5 Cara Cegah DBD Ala Dinas Kesehatan DKI Jakarta  

Sementara itu berdasarkan data yang diterima Widyastuti dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) penyebaran nyamuk Aedes aegypti paling banyak ada di tiga wilayah Jakarta yang memiliki kelembapan tinggi.

"Sesuai dengan prediksi dari BMKG, memang ada tiga kota di Jakarta yang kelembabannya tinggi, yaitu Jakarta Barat, Timur dan Selatan," ujarnya menambahkan.

Dikatakan Widyastuti, berdasarkan informasi dari survei melalui sistem yang dimiliki Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sebanyak 160 rumah sakit sudah melaporkan secara aktif setiap hari kasus yang dirawat, terutama di Jakarta Barat, Timur dan Selatan. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: