Penyerapan Jagung Tak Optimal, Peneliti Usulkan Bulog Lakukan Strategi Ini

TrubusNews
Astri Sofyanti
30 Jan 2019   15:00 WIB

Komentar
Penyerapan Jagung Tak Optimal, Peneliti Usulkan Bulog Lakukan Strategi Ini

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman mengungkapkan, penyerapan jagung yang dilakukan oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dinilai belum maksimal jika tanpa pemberlakuan harga pembelian pemerintah (HPP). 

Hal ini karena harga jagung di pasaran saat ini sudah lebih tinggi dibandingkan HPP jagung yang dipatok pemerintah sebesar Rp3.150 per kilogram (kg).

Dikatakan Ilman, pemberlakuan HPP, membantu petani untuk lebih mudah menjual hasil panen ke tengkulak.

Sebab, harga jual yang ditawarkan tengkulak harga bisa lebih tinggi dari HPP.  Meskipun diakuinya petani juga tetap tidak akan untung karena hanya memiliki sedikit pilihan untuk menjual hasil panennya.

Baca Lainnya : Bulog Bakal Tambah Impor Jagung, Darmin Nasution Beberkan Alasannya

"Jika petani bisa memutuskan menjual hasil panennya ke tengkulak, dikhawatirkan akan mengganggu pasokan dan stabilitas harga jagung di pasaran," katanya di Jakarta, Rabu (30/1).

Kondisi ini dikhawatirkan berpotensi menyebabkan target serapan jagung Bulog sebesar 250 ribu ton tidak tercapai karena HPP yang justru menghambat penyerapan jagung dari petani.

Untuk itu, pihaknya menyarankan sebaiknya pemerintah tidak berfokus untuk mematok harga jual beli, melainkan bisa meninjau ulang ataupun mencabut skema HPP agar target serapan jagung bisa tepenuhi.

Dirinya juga merekomendasikan Perum Bulog untuk menyediakan gudang sesuai standar untuk penyimpanan jagung ke dalam tiga level sebagaimana yang dilakukan untuk beras.

Baca Lainnya : Lelang 150.000 Ton Impor Jagung Dimulai

Penyediaan gudang terstandar dilakukan untuk menjaga kualitas jagung dan juga untuk menyesuaikan kondisi pusat produksi jagung yang tersebar dalam skala keekonomian yang juga beragam.

Dengan memastikan bahwa kualitas jagung dari petani sudah sangat baik, pemerintah tidak perlu lagi mengatur harga lewat penerapan HPP.

Menurutnya, pembangunan gudang di sentra produksi yang dikelola oleh pemda beserta dengan koperasi petani jagung di masing-masing tempat, diharapkan meningkatkan kualitas jagung yang dan bernilai jual tinggi.

"Apabila kondisi tersebut sudah tercapai, peran HPP tidak diperlukan lagi karena petani bisa mendapatkan margin dari penjualan jagung dengan kualitas yang lebih baik," pungkas Ilman. [NN]


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Memberamo Tengah Papua

Peristiwa   23 Okt 2019 - 07:43 WIB
Bagikan: