Kementan Targetkan Serap Gabah Asal Jateng 290.398 Ton

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
30 Jan 2019   11:30

Komentar
Kementan Targetkan Serap Gabah Asal Jateng 290.398 Ton

Ilustrasi gabah (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian menargetkan penyerapan gabah pada Januari hingga Maret 2019 sebesar 1,5 juta ton secara nasional melalui Program Upaya Khusus (Upsus). 

"Serap gabah ini akan dilakukan secara bekerjasama antara Bulog, TNI dan Kementan," ujar Dirjen Hortikultura Kementan sekaligus Penanggung Jawab Program Upsus untuk Jateng, Suwandi, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada Selasa (29/1).

Suwandi menggelar Rapat Koordinasi Serap Gabah (Sergap) bersama Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro, Kadivre dan Kasubdivre Bulog Jateng, Ketua Tim Sergap Mabes TNI, Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Tengah serta Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah.

Baca Lainnya : Penuhi Cadangan Beras Nasional, Kementan Perintahkan Bulog Serap Gabah Petani di Jawa Tengah

Dia mengatakan untuk Provinsi Jawa Tengah ditargetkan 290.398 ton yang penyerapannya tersebar di empat sub divisi regional (subdivre) Bulog.

Suwandi menjelaskan ada dua mekanisme pembelian oleh Bulog terhadap gabah atau beras petani, yaitu pembelian sesuai dengan harga pokok penjualan (HPP) Rp8.030 per kilogram dan melalui mekanisme komersial yang menyesuaikan dengan kualitas jika harga di atas HPP.

Sementara itu, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan, Riwantoro menambahakan target penyerapan gabah per bulan dan harian per subdivre disesuaikan dengan potensi panen di wilayah tersebut.

"Untuk mencapai target di Januari hingga Maret tahun ini, daerah yang melakukan panen sudah kami plotkan dan kami akan optimalkan penyerapannya," kata Riwantoro.

Baca Lainnya : Petani Gabah Kering Serdang Bedagai Raup Untung Besar

Kadivre Bulog Jawa Tengah, M. Sugit Tedjo Mulyono mengatakan, Bulog siap menyerap gabah petani setelah mempersiapkan pendanaan yang cukup dan mempermudah proses kemitraan dengan petani atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Rapat Koordinasi Sergap ini dilanjutkan dengan kegiatan serap gabah di Kelompok Tani Mulya, Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Di tempat ini, tim Upsus melakukan panen padi Varietas IR64 seluas 10 hektare dari total 25 hektare dengan produksi 8 ton per ha.

Harga gabah kering panen (GKP) saat ini berkisar Rp4.600 - Rp4.700 per kg. Rapat juga menyepakati bahwa petani siap menjual sebagian dari hasil panennya kepada Bulog untuk membantu pemerintah dalam memenuhi cadangan beras pemerintah. [NN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: