Target Nasional Tak Tercapai, 30 Persen Balita di Sulteng Masih Stunting

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
29 Jan 2019   20:30

Komentar
Target Nasional Tak Tercapai, 30 Persen Balita di Sulteng Masih Stunting

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Prevalensi bayi di bawah usia lima tahun atau balita yang mengalami stunting (kekerdilan) di Sulawesi tengah (Sulteng) mencapai 30 persen. Hal ini menunjukkan masih banyak balita di wilayah tersebut yang mengalami kekurangan gizi.

“Target nasional 28 persen, di Sulawesi Tengah kasus stunting mencapai 30 persen,” terang Asisten Administrasi Pembangunan, Hukum dan Politik Setdaprov Sulteng, Faisal Mang di Palu, Selasa (29/1).

Untuk itu, dirinya mengajak semua pihak terus bersinergi dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. Diakui Faisal, kekurangan gizi merupakan faktor pemicu utama anak mengalami stunting. 

Baca Lainnya : Peringati HGN 2019, Kemenkes Ungkap Stunting Masih Menjadi Fokus

Dirinya menambahkan, masalah gizi menjadi bagian penting dari keberlanjutan pembangunan bangsa. Sebab, suatu negara yang masih menghadapi masalah stunting akan memicu munculnya generasi yang kurang produktif.

Lebih lanjut Faisal menegaskan, ada dua intervensi gizi untuk mencegah Katai, yakni pertama intervensi spesifik yang menyentuh sektor kesehatan, tapi sifatnya jangka pendek dan kedua intervensi sensitif yang melibatkan kerja sama lintas sektor selain kesehatan.

"Mari kita bersama-sama bersinergi dalam rangka mencegah dan menurunkan balita stunting di Sulawesi Tengah," tegasnya.

Baca Lainnya : Miris, 10 Desa di Kepulauan Bangka Belitung Masih Rawan Stunting

Faisal berharap momentum Hari Gizi Nasional (HGN) tahun 2019 menjadi fokus utama pemerintah untuk terus berupaya menyampaikan bahwa masalah gizi menjadi faktor pembangunan berkelanjutan suatu bangsa.

Selain itu, dirinya mengajak keluarga Indonesia semakin sadar untuk melakukan pencegahan stunting pada keturunannya dengan memperhatikan 1000 masa kehidupan yang diawali sejak masa kehamilan sampai anak berusia dua tahun.

"Mengapa keluarga? Sebab jika keluarga sudah menyadari akan pentingnya gizi maka itulah yang akan mengubah dan meningkatkan prilaku-prilaku sadar gizi untuk mencegah stunting," pungkasnya. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


BugBounty ID 29 Jan 2019 - 21:04

few

Artikel Terkait

Mentan Amran: Mau Kaya, Jadi Petani!

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: