Bulog Bakal Tambah Impor Jagung, Darmin Nasution Beberkan Alasannya

TrubusNews
Astri Sofyanti
29 Jan 2019   20:00 WIB

Komentar
Bulog Bakal Tambah Impor Jagung, Darmin Nasution Beberkan Alasannya

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution membenarkan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) akan kembali melakukan impor jagung sebanyak 150.000 ton.

Sebelumnya, Perum Bulog telah menerbitkan surat undangan pengadaan impor jagung sebanyak 150.000 ton.

Dalam surat bernomor B-280/III/DA301/PD.04.02/01/2019 tertanggal 25 Januari 2019, Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar mengundang seluruh eksportir jagung di luar negeri untuk berpartisipasi dalam pengadaan tersebut.

Dari besaran jumlah impor tersebut, sebanyak 30.000 ton bakal masuk dari pelabuhan Cigading, Banten.

Baca Lainnya : Lelang 150.000 Ton Impor Jagung Dimulai

Sementara 120.000 ton sisanya akan masuk dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Sebagaimana diketahui, jagung yang diimpor akan didatangkan dari Argentina dan Brasil.

Merespon hal tersebut Darmin menyatakan, impor jagung kembali dilakukan karena harga jagung di tingkat peternak belum ada tanda-tanda yang menunjukkan penurunan harga.

"Harga belum turun, padahal yang diimpor sebelumnya sudah habis," terang Darmin Nasution, di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (29/1).

Seperti diketahui, pemerintah di akhir November lalu memutuskan untuk mengimpor jagung sebanyak 100.000 ton karena terjadi kelangkaan jagung di kalangan peternak ayam petelur (layer) UMKM.

Baca Lainnya : Petani Banten Ekspor Jagung Hingga Melon ke Hong Kong

Jumlah tersebut kemudian ditambah 30.000 ton di awal bulan ini karena pengadaan sebelumnya belum terdistribusi secara merata di seluruh peternak ayam kelas kecil dan menengah.

Darmin memprediksi, jagung diimpor tersebut akan mulai masuk pada akhir Februari mendatang. Dengan begitu, keseluruhan impor sebanyak 280.000 ton ini tidak akan mengganggu harga jual jagung petani saat panen raya yang diprediksi jatuh pada bulan April mendatang. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Paparan Radiasi Nuklir di Laut Cina Selatan Tidak Terbukti

Peristiwa   22 Nov 2019 - 23:11 WIB
Bagikan: