Gelombang Tinggi Ancam Perairan Selatan Jateng Sampai Pebruari

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
29 Jan 2019   18:30

Komentar
Gelombang Tinggi Ancam Perairan Selatan Jateng Sampai Pebruari

Ilustrasi (Foto : Pixabay)

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap melaporkan, gelombang tinggi berkisar 2,5 sampai 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan selatan Jawa Tengah (Jateng).

Himbauan peringatan dini pun dikeluarkan kepada masyarakat pesisir, nelayan dan pelayaran terhadap fenomena yang diprakirakan akan berlangsung sampai awal Februari itu.

“Tinggi gelombang 2,5 sampai 4 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Cilacap, perairan selatan Kebumen, perairan selatan Purworejo, perairan selatan Yogyakarta,” kata prakirawan BMKG, Nurmaya, Selasa (29/1).

Baca Lainnya : BMKG Ungkap Potensi Gelombang Pasang Air Laut di Laut Jawa

Cuaca di Samudra Hindia diprediksi bakal lebih ekstrem karena tinggi gelombang mencapai 4 hingga 6 meter. Kawasan yang bakal terdampak yakni Samudra Hindia selatan Cilacap, Samudra Hindia selatan Kebumen, Samudra Hindia selatan Purworejo, Samudra Hindia selatan Yogyakarta.

Ia juga menjelaskan akan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan batas aman kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal Tongkang yakni kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. 

Sedangkan kapal Ferry batas aman kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, sementara kapal ukuran besar seperti kapal kargo, kapal pesiar kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter.

Menurutnya, terdapat Tropical Cyclone Riley di Samudra barat Australia dengan pusat tekanan 982 hPa dengan kecepatan maksimum 55 knot. Teridentifikasi pola sirkulasi massa udara di barat daya Meulaboh.

Baca Lainnya : BMKG Sebut, Hujan dan Gelombang Tinggi Dipengaruhi Siklon Tropis Riley

Pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah barat laut - timur laut dengan kecepatan berkisar antara 7 sampai 25 knot, sedangkan di wilayah selatan Indonesia umumnya dari arah barat - barat laut dengan kecepatan berkisar antara 7 sampai 30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di pulau di Laut Sumbawa, perairan selatan Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa, perairan Kepulauan Sangihe – Talaud, Laut Banda, dan Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di daerah pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada. Peringatan dini gelombang tinggi berlaku hari ini pukul 07.00 WIB sampai 1 Februari 2019 pukul 07.00 WIB,” tuturnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: